Hubungan Paparan Sinar Matahari, Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dan Penggunaan Sunscreen terhadap Kejadian Melasma yang Diukur dengan Skor Masi pada Wanita Y Ang Sudah Menikah di Desa Kertasari Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur

Nurma Hestika Maulani, Made Ayu Mirah Wulandari, Lysa Mariam, Wiwin Mulianingsih

Sari


ABSTRACT

 

Melasma is a chronic facial hyperpigmentation disorder commonly affecting women, particularly in coastal areas with high sun exposure. Ultraviolet radiation, hormonal contraceptive use, and sunscreen application are considered important factors influencing melasma occurrence and severity. The severity of melasma can be objectively assessed using the Melasma Area and Severity Index (MASI). Objective to determine the association between sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use with melasma occurrence measured using the MASI score. This study was an analytical quantitative study with a cross-sectional design. The study population consisted of married women living in Kertasari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency, totaling 302 individuals. The sample size was 80 respondents selected using a random sampling method. Data on sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use were collected using structured questionnaires. The severity of melasma was assessed through clinical examination using the Melasma Area and Severity Index (MASI) score. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses to determine the association between the study variables. The majority of respondents were aged 26–35 years (31.3%). Most respondents worked as farmers (33.8%), and the highest proportion of respondents had completed senior high school education (35.0%). A high level of sun exposure was reported in 60.0% of respondents. The most commonly used hormonal contraceptive method was oral contraceptive pills (42.5%). Regarding sunscreen use, 40.0% of respondents reported moderate use. There was a significant association between sun exposure, hormonal contraceptive use, and sunscreen use with the occurrence of melasma in Kertasari Village, Labuhan Haji District, East Lombok Regency.

 

Keywords: Melasma, Sun Exposure, Hormonal Contraceptives, Sunscreen, MASI Score.

  

 

ABSTRAK

 

Melasma merupakan kelainan hiperpigmentasi kronis pada wajah yang sering dialami wanita, terutama di daerah pesisir dengan paparan sinar matahari tinggi. Faktor paparan sinar ultraviolet, penggunaan kontrasepsi hormonal, serta penggunaan sunscreen diduga berperan terhadap kejadian dan derajat keparahan melasma. Penilaian objektif derajat keparahan melasma dapat dilakukan menggunakan Melasma Area and Severity Index (MASI). Tujuan penelitianmengetahui hubungan paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan penggunaan sunscreenterhadap kejadian melasma yang diukur menggunakan skor MASI. Penelitian kuantitatif analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah wanita yang sudah menikah di Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur sebanyak 302 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan penggunaan sunscreen dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Derajat keparahan melasma dinilai melalui pemeriksaan klinis menggunakan skor MASI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel penelitian. Responden penelitian sebagian besar berusia 26-35 tahun (31,3%), mayoritas responden bekerja sebagai petani (33,8%) dan mayoritas adalah lulusan SMA (35,0%), paparan sinar matahari tinggi (60%), penggunaan kontrasepsi hormonal berjenis pil (42,5%), dan penggunaan sunscreen cukup (40,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara paparan sinar matahari, penggunaan kontrasepsi hormonal dan penggunaan sunscreen terhadap kejadian melisma di desa kertasari kecamatan labuan haji kabup[aten Lombok timur.

 

Kata Kunci: Melasma, Paparan Sinar Matahari, Kontrasepsi Hormonal, Sunscreen, Skor MASI.


Kata Kunci


Melasma, Paparan Sinar Matahari, Kontrasepsi Hormonal, Sunscreen, Skor MASI

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Achar, A., & Rathi, S. (2011). Melasma: A clinico-epidemiological study. Pigment International.

Apriani, H. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian melasma pada wanita usia 20–50 tahun di Kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Asmiati, E. et al. (2021) ‘Edukasi Pentingnya Penggunaan Sunscreen pada Kalangan Remaja di SMA Islam Sabilillah Malang’, Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 2(2), p. 189. Available at: https://doi.org/10.33394/jpu.v2i2.4135.

Effendi, A., Suryani, N., & Rahmawati, D. (2016). Hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian melasma pada wanita usia subur. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 3(2), 85–92.

Espósito, A.C.C. et al. (2022) ‘Update on Melasma—Part I: Pathogenesis’, Dermatology and Therapy, 12(9), pp. 1967–1988. Available at: https://doi.org/10.1007/s13555-022-00779-x.

Fabiana Meijon Fadul (2019) Hubungan Perilaku Penggunaan Tabir Surya Dengan Derajat Keparahan Melasma.

Fajriah, N. (2021). Hubungan penggunaan sunscreen dengan kejadian melasma pada wanita usia subur. Jurnal Kesehatan Kulit dan Kelamin, 33(2), 89–95.

Fawas, S. (2021). Hubungan derajat melasma dengan tingkat kualitas hidup. Skripsi. Indonesia..

Filoni, A., Del Rio, R., & Picardo, M. (2019). Melasma and hormonal influences: A comprehensive review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 12, 713–724. https://doi.org/10.2147/CCID.S224628

Handel, A.C., Miot, L.D.B. and Miot, H.A. (2014) ‘Melasma: A clinical and epidemiological review’, Anais Brasileiros de Dermatologia, 89(5), pp. 771–782. Available at: https://doi.org/10.1590/abd1806-4841.20143063.

Indragiri, S., & Salihah, N. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian melasma pada wanita. Jurnal Kesehatan Kulit Indonesia, 6(2), 67–74.

Mibawani, A. and Pramuningtyas, R. (2023) ‘Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Fisik dan Cream Pelindung terhadap Kejadian Melasma pada Petani di Kabupaten Wonosobo’, Health Information Jurnal Penelitian, 15.

Muhammad Alwan, P. (2021). Hubungan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dengan derajat melasma. Skripsi. Indonesia.

Muslimah et al. (2023) ‘Tingkat Kejadian Melasma Akibat Penggunaan Kontrasepsi Hormonal di Puskesmas Tlogosari Kulon’, Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, 6, pp. 466–472.

Nirwana et al. (2024) ‘Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Melasma Pada Penyapu Jalan Wanita Usia 20-50 Tahun Di Makassar’, PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), pp. 210–219.

Passeron, T., & Picardo, M. (2018). Melasma, a photoaging disorder. Pigment Cell & Melanoma Research, 31(4), 461–465. https://doi.org/10.1111/pcmr.12684.

Putri, Y.D., Kartamihardja, H. and Lisna, I. (2019) ‘Yola et al 2019’, Formulasi dan Evaluasi Losion Tabir Surya Ekstrak Daun Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M), 6(1), pp. 32–36.

Rinandari, U. et al. (2021) ‘Terapi L-Ascorbic Acid 10% dan Glutation 2% Dibandingkan dengan Hidrokuinon 4% pada Pasien Melasm’, Jurnal Health Sains, 2(8), pp. 1091–1108. Available at: https://doi.org/10.46799/jhs.v2i8.256.

Salim, F. (2016) ‘Penatalaksanaan Terkini Pada Melasma’, Fakultas Kedokteran Universitas Syiahkuala/ Rumah Sakit Umum dr.Zainoel Abidin, Banda Aceh, pp. 241–248.

Saputra, R., Wijayanti, D., & Lestari, S. (2021). Hubungan paparan sinar matahari dengan kejadian melasma pada wanita usia subur. Jurnal Kesehatan Kulit dan Kelamin, 33(1), 15–22.

Setyawati, N. kadek, Indira, I.G.A.A.E. and Puspawati, N.M.D. (2019) ‘Insiden dan Profil Melasma di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode Januari 2014 sampai Desember 2014’, E-Jurnal Medika, 8(2), pp. 1–7.

Sheth, V. M., & Pandya, A. G. (2011). Melasma: A comprehensive update: Part I. Journal of the American Academy of Dermatology, 65(4), 689–697. https://doi.org/10.1016/j.jaad.2010.12.046

Shollatiah, P. and Agustina, N. (2023) ‘Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pasien Dengan Penggunaan Sunscreen Dalam Pencegahan Melasma ( Flek ) Di Klinik Kecantikan Dan Kulit Drw Skincare Banjarmasin Tahun 2023’, Pp. 3–6.

Silvia, E., Suryawan, B. and Marcilia, R. (2016) ‘1. Staf Pengajar, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati, Lampung 2. Mahasiswa Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati, Lampung’, Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 3(4).

Studi, P. et al. (2021) Hubungan riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dengan derajat melasma.

Taylor, S. C., Torok, H., Jones, T., Lowe, N., Rich, P., Tschen, E., & Weiss, J. (2013). Efficacy and safety of a broad-spectrum tinted sunscreen for the treatment of melasma. Journal of Drugs in Dermatology, 12(5), 586–590.




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i4.24832

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.