Hubungan Antara Internalisasi Standar Kecantikan dengan Body Shaming Pada Siswi SMA Negeri 8 Banjarmasin

Resa Tri Susanti, Meti Agustini, Muhammad Syafwani, Muhammad Anwari

Sari


ABSTRACT

 

Adolescence is a time when a person is developing and is easily influenced by their surroundings, especially in terms of how others judge their physical appearance. Exposure to beauty standards from social media, peers, and the surrounding environment can cause adolescent girls to accept these standards as normal, which may make them feel inferior or insult their own bodies. This study aims to determine the relationship between how female students at SMA Negeri 8 Banjarmasin accept beauty standards and their experiences of body shaming. This study used a quantitative approach with a cross-sectional study. The sample consisted of 220 female students selected using a proportional stratified random sampling technique. The instruments used were the

*Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-4* (SATAQ-4) questionnaire and the *Objectified BodyConsciousness Scale* (OBCS) scale. Data analysis used the Spearman Rank test. The results showed that mostrespondents were in the category of moderate internalization of beauty standards (66.4%) and moderate body shaming (91.8%). The results of the statistical test showed a p value = 0.047 ( p < 0.05 ) with a correlation of r =0.134, which means there is a significant relationship with a weak correlation strength and a positive direction between the internalization of beauty standards and body shaming. The conclusion of this study shows that there isa positive relationship between the internalization of beauty standards and body shaming behavior, although the strength of the relationship found is relatively weak.

 

Keywords: Internalization of Beauty Standards, Body Shaming, Adolescent Girls.

 

 

ABSTRAK

 

Masa remaja adalah masa di mana seseorang sedang berkembang dan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, terutama dalam hal bagaimana orang lain menilai penampilan fisik mereka. Paparan tentang standar kecantikan yang berasal dari media sosial, teman sebaya, dan lingkungan sekitar bisa membuat remaja perempuan menerima standar tersebut sebagai hal yang normal, yang mungkin membuat mereka merasa rendah diri ataumenghina tubuh sendiri.

 

Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana hubungan antara cara siswi SMA Negeri 8 Banjarmasin menerima standarkecantikan dengan pengalaman mereka terkena body shaming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk penelitian cross-sectional. Sampel terdiri dari 220 siswi yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak stratifikasi proporsional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner *Sociocultural Attitudes Toward Appearance Questionnaire-4* (SATAQ-4) dan skala *Objectified Body Consciousness Scale* (OBCS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori internalisasi standar kecantikan yang sedang (66,4%) dan body shaming yang sedang (91,8%). Hasil uji statistik menunjukan nilai p = 0,047 ( p < 0,05 ) dengan korelasi r = 0,134, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi lemah dan arah positif antara internalisasi standar kecantikan dan body shaming. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif antara internalisasi standar kecantikan dengan perilaku body shaming, meskipun kekuatan hubungan yang ditemukan tergolong lemah.

 

Kata Kunci: Internalisasi Standar Kecantikan, Body Shaming, Remaja Putri.


Kata Kunci


Internalisasi standar kecantikan, body shaming, remaja putri

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Abdul Rohman Al Atsari. (2025). Dinamika Perkembangan Remaja: Menelusuri Jalan Perkembangan Diri, Kemandirian, Dan Aspek Psikososial. Jurnal Ilmiah Nusantara ( Jinu), 2.

Afriana, E., & Virgonita, M. (2024). Pengaruh Body Shaming Terhadap Psychological Well Being Pada Dewasa Muda Pengguna Aktif Instagram. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4, 6260–6270.

Camila, T. A., Taibe, P., & Zubair, A.G. H. (2023). Hubungan Body Image Dengan Objektifikasi Diri Pada Perempuan Di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 3(2), 432–438. Https://Doi.Org/10.56326/Jpk. V3i2.2146

Chinta, S., Ghassani, A., & Lidwina,M. (2023). Dampak Standar Kecantikan Bagi Perempuan Di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional, 1440–1448.

Chintya Koestri Ayuningrum, & Harmona Daulay. (2024). Konstruksi Kecantikan : Makna Cantik Oleh Mahasiswi Pengguna Skincare Korea. Jurnal Sosiologi Nusantara, 10(1),0117.Https://Doi.Org/10.33369/Jsn.1 0.1.01-17

Eka Putri, D., & Hestyana Sari, T. (2024). Hubungan Body Shaming Dengan Tingkat Stress Pada Mahasiswa.Jurnal Keperawatan Profesional (Jkp), 12.

Elviany, R., & Wulandari, D. (2025). Persepsi Penampilan Fisik Yang Dibentuk Oleh Medsos Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Kota Malang. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 7(2), 2025–2061.

Hamidah, S., & Rizal, M. S. (2022). Edukasi Kesehatan Reproduksi Dan Perkembangan Remaja Di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik Jawa Timur. Journal Of Community Engagement In Health, 5(2), 237–248.

Lisdawati, A. B. (2025). Body Shaming. Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4.

Mahanani, M. P., Laraswati, D., Salsadilla, R., Nabilah, H., & Wibowo, H. (2021). Pelatihan Konsep Diri Remaja Putri UntukMembangunPemahamanTentang StandarKecantikan. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 449. Https://Doi.Org/10.24198/Kum Awula.V3i3.28134

Masitho, F. N., & Jaro’ah, S. (2026). Pengaruh Paparan Media Sosial Tentang Standar Kecantikan Terhadap Body Dissatifaction Pada Remaja Perempuan. Riwayat: Educational Journal Of History And Humanities, 9(1), 2354-2366.

Maya Shafira, E. M. , M. N. A. A. (2024). Tindakan Body- Shaming Sebagai Dampak InternalisasiStandar Kecantikan (Studi Kasus Pada Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia).

Rahmawati, R. (2025). Hubungan Antara Standar Kecantikan Dengan Self-Objectification Pada Mahasiswi Pengguna Instagram Di Kota Jambi (Doctoral Dissertation, Universitas Jambi).

Sabiq, Z. (2024). Pengaruh Body ShamingTerhadap Kecenderungan Mengalami Body Dysmorphic Disorder The Effect Of Body Shaming On The Tendency To Experience Body Dysmorphic Disorder. Journal Of Social And EconomicsResearch,6(2). Https://Idm.Or.Id/Jser/Index. Php/Jser

Sabrina Dewi Basir, N., Liesvarastranta Tsalatsa, S., & Tri Kresna, M. (2022). Persepsi Wanita Dalam Menentukan Standar Kecantikan Di Tiktok Dan Instagram. In Universitas Negeri Surabaya 2022 | (Vol. 566).

Samsidar. (2025). Efek Paparan Konten Media Sosial Terhadap Gangguan Citra Tubuh Pada Remaja Pasca-Pandemi. Psikhologiya; Jurnal Psikologi, 2. Https://Doi.Org/10.62872/Kev3 Kp12

Via Utami, R., Meilinda, E., Nerwana, A., Jetmi Ardyansyah, W., & Nur Wahib, M. (2023). Self Esteem Pada Remaja Yang Mengalami Body Shaming Di Desa Suka Merindu Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur. Https://Journal- Mandiracendikia.Com/Jip-Mc

Wang, Y., Gu, X., Geng, J., Wei, X., & Lei, L. (2024). Relationships Among Selfie-Viewing On SocialMedia,Thin-Ideal Internalization, And Restrained Eating In Adolescents: The Buffering Role Of Media Literacy. Cyberpsychology, 18(1).Https://Doi.Org/10.5817/Cp202 4-1-2

Wiliyana, B. (2024). Peran Keberagaman Karakter Dalam Ilustrasi Untuk Mengatasi Body Shaming. Nusantara Journal Of Multidisciplinary Science, 2(1). Https://Jurnal.Intekom.Id/Inde X.Php/Njms




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i4.24873

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.