Determinan Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja (Gotrak) pada Pengemudi Ojek Online di Kota Denpasar
Sari
ABSTRACT
The development of online transportation as part of urban transport systems has increased drivers’ work demands, including long working hours, exposure to vehicle vibration, and prolonged static working postures. These conditions may increase the risk of developing work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). This study aimed to describe the occurrence of WMSDs and to analyze the associations between individual characteristics, job characteristics, and PPE use with WMSDs among online motorcycle taxi drivers in Denpasar City. This study employed an analytical cross-sectional design involving 278 online motorcycle taxi drivers in Denpasar City. Respondents were selected based on eligibility criteria using a convenience sampling technique. Data collection was conducted through direct observation and structured questionnaires, utilizing a biodata form, the NASA Task Load Index (NASA-TLX) to assess workload, the Fatigue Assessment Scale (FAS) to measure fatigue, and the GOTRAK survey based on SNI 9011:2021. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using binary logistic regression. A total of 75.9% of drivers reported experiencing work-related musculoskeletal disorders, with mild (24.1%), moderate (53.6%), and severe (22.3%) levels of severity. The most frequently affected body regions were the neck, shoulders, upper back, and lower back. Individual factors significantly associated with WMSDs included age, sex, educational level, smoking behavior, physical activity habits, and health status (p<0.05). All job characteristics working hours, length of employment, workload, and fatigue were significantly associated with WMSDs (p<0.05), whereas PPE use was not significantly associated (p=0.074). Age, sex, education level, smoking behavior, exercise habits, health status, working hours, length of employment, workload, and fatigue were significantly associated with WMSDs among Gojek drivers in Denpasar. The statistically protective association observed for smoking behavior was likely influenced by confounding factors and does not reflect a biologically protective effect, whereas good health status acts as a protective factor against WMSDs. Long working hours and longer employment duration were identified as dominant risk factors for WMSDs. Preventive efforts are needed through the regulation of workload and working hours, ergonomic education, and the promotion of healthy lifestyles to reduce the risk of WMSDs.
Keywords: Online Motorcycle Taxi Driver, Wmsds, Work Duration, Workload.
ABSTRAK
Perkembangan transportasi daring sebagai bagian dari sistem transportasi perkotaan meningkatkan tuntutan kerja pengemudi, seperti durasi kerja panjang, paparan getaran kendaraan, dan postur kerja statis dalam waktu lama. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya gangguan otot rangka akibat kerja (GOTRAK). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian GOTRAK serta menganalisis hubungan karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dengan kejadian GOTRAK pada pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 278 pengemudi ojek online di Kota Denpasar. Responden dipilih berdasarkan kriteria eligibilitas menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner terstruktur, menggunakan instrumen berupa daftar isian biodata, kuesioner NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk menilai beban kerja, Fatigue Assessment Scale (FAS) untuk mengukur kelelahan, serta survei GOTRAK berdasarkan SNI 9011:2021. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Sebanyak 75,9% pengemudi melaporkan mengalami keluhan muskuloskeletal terkait kerja (GOTRAK) dengan tingkat keparahan ringan (24,1%), sedang (53,6%), dan berat (22,3%). Keluhan paling banyak terjadi pada leher, bahu, punggung atas, dan punggung bawah. Faktor individu yang berhubungan signifikan dengan GOTRAK meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, perilaku merokok, kebiasaan olahraga, dan status kesehatan (p<0,05). Seluruh karakteristik pekerjaan yaitu durasi kerja, masa kerja, beban kerja, dan kelelahan berhubungan signifikan dengan GOTRAK (p<0,05), sedangkan penggunaan APD tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,074). Faktor usia, jenis kelamin, riwayat pendidikan, perilaku merokok, kebiasaan olahraga, status kesehatan, durasi kerja, masa kerja, beban kerja, dan kelelahan berhubungan signifikan dengan GOTRAK pada pengemudi Gojek di Denpasar. Hubungan protektif secara statistik pada perilaku merokok diduga dipengaruhi oleh faktor perancu sehingga tidak mencerminkan efek protektif secara biologis sedangkan status kesehatan berperan sebagai faktor protektif terhadap kejadian GOTRAK, sedangkan durasi kerja dan masa kerja merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian GOTRAK. Diperlukan upaya pencegahan melalui pengaturan beban dan waktu kerja, edukasi ergonomi, serta promosi gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko GOTRAK.
Kata Kunci: Ojek Online, GOTRAK, Durasi Kerja, Beban Kerja.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Badan Pusat Statistik. (2024). Kota Denpasar dalam angka 2024. BPS Kota Denpasar.
Amajida, F. D. (2016). Kreativitas digital dalam masyarakat risiko perkotaan: Studi tentang ojek online “Gojek” di Jakarta. Informasi: Kajian Ilmu Komunikasi, 4(1), 115–128.
Anwar, A. A. (2017). Online vs konvensional: Keunggulan dan konflik antar moda transportasi di Kota Makassar. Etnosia: Jurnal Etnografi Indonesia, 2(2), 220–246.
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2007). The job demands–resources model: State of the art. Journal of Managerial Psychology, 22(3), 309–328.
Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2017). Job demands–resources theory: Taking stock and looking forward. Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273–285.
Bakker, A. B., & de Vries, J. D. (2020). Job demands–resources theory and self-regulation: New explanations and remedies for job burnout. Anxiety, Stress & Coping, 34(1), 1–21.
Batutah, S. I., Mulyadi, & Stientje. (2023). Analisis faktor risiko nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek online motor. Jurnal Sulolipu, 23(2), 297–302.
Bohman, T., Hallqvist, L. W., Lagerström, M., Hensing, J., & Skillgate, E. (2022). Influence of work ability and smoking on the prognosis of long-duration activity-limiting neck/back pain: A cohort study of a Swedish working population. BMJ Open, 12(4), 1–8.
Damayanti, S. A. S. (2017). Transportasi berbasis aplikasi online: Gojek sebagai sarana transportasi masyarakat Kota Surabaya (Skripsi). Universitas Airlangga.
Farhah, P. D., Sari, A., Ginting, R., & Sari, F. (2024). Hubungan masa kerja dan durasi kerja dengan kejadian low back pain pada pengemudi ojek online di Indonesia. Medical Profession Journal of Lampung, 14(10), 1917–1921.
Ferusgel, A., Masni, & Nur, A. A. (2020). Faktor yang mempengaruhi risiko musculoskeletal disorders (MSDs) pada driver ojek online wanita di Kota Medan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 11(1), 68–72.
Galanakis, M. D., & Elli, T. (2022). Positive psychology in the working environment: Job demands–resources theory, work engagement and burnout. Frontiers in Psychology, 13, 1–12.
Hutabarat, J. (2017). Dasar-dasar pengetahuan ergonomi. Media Nusa Creative.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
McDaniel, J. C., & Browning, K. K. (2014). Smoking, chronic wound healing, and implications for evidence-based practice. Journal of Wound, Ostomy and Continence Nursing, 41(5), 1–16.
Muliani, S., Rahmad, D. S., & Dessy, E. (2022). Persepsi masyarakat terhadap penggunaan transportasi ojek online Gojek di Kota Medan. Jurnal Ruang Luar dan Dalam FTSP, 3(1), 35–41.
Parashakti, R. D., & Putriawati. (2020). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3), lingkungan kerja, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 1(3), 290–304.
Pratama, R. Y. A., & Koesyanto, H. (2020). Kejadian kecelakaan pada pengemudi ojek online. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 4(1), 13–24.
Putri, S., Agita, D. F., & Ramadhan, A. P. (2023). Analisis risiko work-related musculoskeletal disorders (WMSD) pada pengemudi ojek online di Palembang. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 10(2), 243–248.
Sani, N. T., & Noeroel, W. (2021). The correlation of work duration and physical workload with musculoskeletal disorder complaints in informal workers. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 10(1), 79–87.
Schaufeli, W. B., Bakker, A. B., & Van Rhenen, W. (2009). How changes in job demands and resources predict burnout, work engagement, and sickness absenteeism. Journal of Organizational Behavior, 30, 893–917.
Sunardi, Asma, W., Alchamdani, & Ahmed, A. (2021). Faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pengendara ojek online. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12, 155–159.
Sunarya, P. A., Aulia, C., Hadi, N., & Nurfitri, B. (2024). Masa kerja dan lama kerja berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pengemudi ojek daring. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 16(3), 135–140.
Tumuwe, R., Mahyudin, D., & Titiek, M. (2017). Pengguna ojek online di kalangan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado. Holistik, 9(21), 1–19.
Ullah, Q. F., Shah, S. N., Adil, S. S., Javed, S., Baqir, M., & Naqvi, S. M. S. A. (2022). Prevalence of musculoskeletal pain among occupational motorcyclists and its impact on work efficiency. Research Square, 1–12.
Wahyuni, N., Santoso, B., & Hidayati, W. (2018). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja karyawan. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 12(1), 99–104.
Waruwu, S., & Yusuf, F. (2016). Analisis faktor K3 yang mempengaruhi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Spektrum Industri, 14(1), 63–78.
Werawan, P., Nugroho, S., Swandewi, L. T. S. W., Prasetyo, D., Setyawan, K., & Dewi, K. L. K. (2023). Chronic pain and subjective health in Indonesian adults. Journal of Population and Social Studies, 32, 278–289.
Widodo, D. S. (2021). Keselamatan dan kesehatan kerja: Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Penebar Media Pustaka.
Zhang, K., & Liu, H. (2024). Causal impacts of smoking on pain conditions and mediating pathways: A Mendelian randomization study. Scientific Reports, 14, 23375.
DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i5.25033
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.


Panduan Penulisan




