Asuhan Akupunktur Pada Kasus Nyeri Scapula Kiri dan Kanan di Rumah Terapi Hanaya Cianjur
Sari
ABSTRACT
Scapular pain, as part of the shoulder anatomy, is a common musculoskeletal complaint in the community. In clinical practice, a number of patients present with persistent scapular pain that interferes with daily activities and is not fully responsive to conventional therapy. Acupuncture is a holistic therapy based on Traditional Chinese Medicine (TCM) principles, aimed at promoting the flow of Qi, resolving blood stasis, and relieving pain. This case study aimed to determine the benefits of acupuncture care in a case of left and right scapular pain at Hanaya Therapy Clinic, Cianjur. The study was conducted as a single-case study over six therapy sessions involving a 40-year-old female participant experiencing scapular pain. Data collection techniques included observation (Wang), inquiry (Wen), listening and smelling (Wen), and palpation (Qie) in accordance with the standards of Traditional Chinese Medicine. The evaluation results showed a positive therapeutic response. By the third therapy session, pain began to decrease and the participant was able to move her arms with less limitation. By the fifth to sixth sessions, the pain had resolved and the participant was able to resume normal activities. These findings indicate that acupuncture therapy was beneficial in alleviating scapular pain in this study. It is recommended that the results of this case study be used as a reference for future research.
Keywords: Scapular Pain, Acupuncture Therapy, Case Study.
ABSTRAK
Nyeri skapula merupakan bagian dari anatomi bahu merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering ditemui di masyarakat. Dalam praktik klinis, sejumlah pasien datang dengan keluhan nyeri area skapula yang bersifat persisten, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan tidak sepenuhnya responsif terhadap terapi konvensional. Akupunktur merupakan terapi holistik sesuai prinsip TCM yang bertujuan melancarkan Qi, mengatasi stasis darah, dapat meredakan nyeri. Penelitian studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pada pelaksanaan Asuhan Akupunktur pada Kasus Nyeri Scapula Kiri dan Kanan di Rumah Terapi Hanaya Cianjur. Penelitian dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal selama enam sesi terapi pada satu orang partisipan perempuan berusia 40 tahun yang mengalami nyeri skapula. Teknik pengumpulan data meliputi observasi (Wang), wawancara (Wen), pendengaran dan penciuman (Wen), dan perabaan (Qie) sesuai standar ilmu pengobatan Tiongkok. Hasil evaluasi pelaksanaan terapi menunjukkan respon yang baik. Pada sesi terapi ketiga, nyeri mulai berkurang dan partisipan sudah dapat menggerakkan lengan tanpa terlalu banyak hambatan. Pada sesi terapi kelima hingga keenam, nyeri menghilang dan partisipan dapat beraktivitas normal. Hal ini menunjukkan bahwa terapi akupunktur memberikan manfaat untuk mengatasi nyeri belikat dalam penelitian ini. Disarankan hasil penelitian studi kasus ini dapat dipergunakan sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian selanjutnya.
Kata Kunci: Nyeri Skapula, Terapi Akupunktur, Studi Kasus.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Arofah, M. K., & Fis, T. B. S. S. (2025). Penerapan Deep Tendon Friction Massage Dan Prophioceptive Neuromuscular Facilitation Terhadap Gangguan Scapular Rhytem Pada Pasien Frozen Shoulder: Case Report (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Chen, Y., & Wang, J. (2024). Clinical management of shoulder pain and adhesive capsulitis. Beijing: People’s Medical Publishing House.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Hanchard, N., Goodchild, L., Thompson, J., O’Brien, T., & Davison, D. (2022). Evidence-based clinical guidelines for the diagnosis and treatment of shoulder pain. British Journal of Sports Medicine, 56(3), 145–152.
Hayuningrum, C. F., Qolbi, G. P. A. Y., Nesi, N., & Wiyono, A. (2023). Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Hemiataxia Et Causa Stroke Non Hemoragic dengan New Bobath Concept di Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(6), 2261-2273.
Inayati, A., Nuraini, S. P., & Nuraini, A. P. (2025). Kombinasi pijat skapula dan servikal terhadap nyeri bahu-leher akibat Hemodialisis: Laporan Kasus Klinis. Borobudur Nursing Review, 5(2), 189-195.
Liu, H., Zhang, Q., & Li, X. (2023). Pathogenesis and treatment of Bi syndrome in Traditional Chinese Medicine. Journal of Traditional Chinese Medicine, 43(2), 215–223.
Liwun, S. B. B. (2022). Analisis Keluhan Muskuloskeletal Dan Usulan Terapi Manual Untuk Mereduksi Nyeri Pada Leher Dan Bahu (Kasus: Pedagang Tahu Pikul Keliling). Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, 27(1), 43-55.
Maciocia, G. (2020). The Foundations of Chinese Medicine: A Comprehensive Text (4rd ed.). Elsevier Churchill Livingstone.
Maharani, A. S., Wijianto, W., & Harmasto, E. (2023). A case study: Efek stretching exercise untuk penurunan nyeri dan peningkatan lingkup gerak sendi pada kasus neck pain. Jurnal Profesional Fisioterapi, 2(2), 31-35.
Naufal, A. F., Fis, S., Herawati, I., & Fis, S. Pemeriksaan Test Spesifik Muskuloskeletal. Muhammadiyah University Press.
Nurma, H. D., & Santoso, T. B. (2024). Latihan Penguatan Scapula untuk Mengatasi Disfungsi Sendi Bahu Pasca Operasi Radical Mastectomy pada Dewasa Muda. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 15(3), 582-586.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris.
Prasetyo, A., & Wijaya, R. (2021). Prevalensi nyeri belikat kronis pada pasien rehabilitasi di Jawa Barat. Jurnal Rehabilitasi Medik Indonesia, 10(2), 85–92.
Samudro, H. B., & Wahyuni, S. (2013). Penatalaksanaan Fisioterapi Dengan Terapi Latihan Dan Infra Red (IR) Pada Kondisi Post Dislokasi Sendi Acromioclavicular Dextra (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Siswagama, T. A., & Laksono, R. M. (2020). Manajemen Nyeri Pada Kasus Complex Regional Pain Syndrome (CRPS) Di Tangan Kiri Disertai Nyeri Bahu Dan Leher. Journal of Anaesthesia and Pain, 1(1), 25-34.
Trisnowiyanto, B. (2017). Teknik penguluran otot–otot leher untuk meningkatkan fungsional leher pada penderita nyeri tengkuk non-spesifik. Jurnal Kesehatan Terpadu, 1(1).
Wichaksono, A., Santoso, T. B., & Fis, S. (2014). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Cervical Syndrome Di Rst Dr. Soedjono Magelang (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Wijaya, R. (2022). Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid pada nyeri muskuloskeletal dan risiko efek samping. Jurnal Farmakologi Klinik Indonesia, 15(1), 45–53.
Zhang, R., Lao, L., Ren, K., & Berman, B. M. (2021). Mechanisms of acupuncture-electroacupuncture on persistent pain. Anesthesiology, 120(2), 482–503.
DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i6.25363
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.


Panduan Penulisan




