Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal Selama 90 Hari Terhadap Perubahan Status Gizi Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Periode Agustus - Oktober 2025

Makiyatunnisa Makiyatunnisa, Rifana Cholidah

Sari


ABSTRACT

 

Undernutrition in toddlers, including wasting and stunting, remains a significant public health challenge in Indonesia. Local food-based Supplementary Feeding (PMT) is an intervention strategy aimed at improving nutritional status sustainably. This study aims to evaluate the effect of a 90-day local food PMT intervention on the nutritional status of undernourished toddlers in the Narmada Health Center working area, West Lombok Regency. This study employed a pre-experimental design (one-group pretest-posttest). The sample consisted of 130 undernourished toddlers selected through purposive sampling. The intervention involved providing local food-based supplementary feeding for 90 days. Nutritional status data were measured pre- and post-intervention. Data were analyzed using descriptive statistics and chi-square tests to examine the association between demographic factors and changes in nutritional status. There was a significant improvement in the nutritional status of toddlers after the 90-day PMT intervention (p < 0.05). The mean body weight increased, followed by a decrease in the prevalence of undernutrition. Statistical analysis showed that the age group of 25–59 months and normal birth weight were significantly associated with nutritional improvement (p < 0.05). Conversely, gender, gestational age, and exclusive breastfeeding history did not show a significant effect on nutritional changes in this study. Local food-based PMT is effective in improving the nutritional status of undernourished toddlers. Sustainable local PMT programs, integrated with nutritional education for parents, are highly recommended to ensure optimal growth and development of toddlers at the community level.

 

Keywords: Supplementary Feeding, Nutritional Status, Toddlers, Local Food, Narmada Health Center.

 

 

ABSTRAK

 

Masalah kekurangan gizi pada balita, termasuk wasting dan stunting, tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu strategi intervensi untuk memperbaiki status gizi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi PMT pangan lokal selama 90 hari terhadap perubahan status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental (one-group pretest-posttest). Sampel terdiri dari 130 balita dengan status gizi kurang yang dipilih secara purposif. Intervensi berupa pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dilakukan selama 90 hari. Data status gizi diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji deskriptif dan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan faktor demografis dengan perubahan status gizi. Terdapat peningkatan signifikan pada status gizi balita setelah intervensi PMT selama 90 hari (p < 0,05). Rata-rata berat badan balita mengalami peningkatan yang disertai dengan penurunan prevalensi gizi kurang. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok usia 25–59 bulan dan berat badan lahir normal memiliki hubungan signifikan dengan perbaikan status gizi (p < 0,05). Sebaliknya, faktor jenis kelamin, usia kehamilan, dan riwayat ASI eksklusif tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perubahan status gizi dalam penelitian ini. Pemberian PMT berbahan pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Program PMT lokal yang berkelanjutan, didukung dengan edukasi gizi bagi orang tua, sangat direkomendasikan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal di tingkat masyarakat.

 

Kata Kunci: Pemberian Makanan Tambahan, Status Gizi, Balita, Pangan Lokal, Puskesmas Narmada.


Kata Kunci


Pemberian Makanan Tambahan; status gizi; balita; pangan lokal; Puskesmas Narmada.

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Abimayu, At., Rahmawati, Nd. 2025. Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunted, Underweight, Dan Wasted Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkapan Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2022. Bikfokes.

Abdillah Fajar S, Dewi Anggraini C, Husnul N, Citeras P, Raya J, Km M, Et Al. 2020 The Effectiveness Of Supplementary Feeding On The Nutritional Status Of Puskesmas Citeras Garut Regency. Nutrition Scientific Journal. I(1):30–40.

Astaningrum, Ri., Nugraheni, M. 2017. Status Gizi Anak Balita Ibu Pekerja Dan Bukan Pekerja Di Desa Bakalan Sumberadi Mlati Sleman Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Teknik Boga.

Amala, H. Z. 2025. Efektivitas Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Pemulihan Bagi Anak Usia Bawah Lima Tahun (Balita) Dengan Gizi Kurang Di Desa Watubonang Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo. Jurnal Gizi Unesa. 03(01):193-198.

Barokah, L., Zolekhah, D. 2021. Determinan Masalah Gizi Balita Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5(2):1111-1117.

Borah, M., Baruah, R. 2014. Physical Growth Of Low Birth Weight Babies In First Six Months Of Life: A Longitudinal Study In A Rural Block Of Assam. National Journal Of Community Medicine.5(4):4–7.

Chandradewi, A. (2015) ‘Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil Kek (Kurang Energi Kronis) Di Wilayah Kerja Puskesmas Labuan Lombok’, Jurnal Kesehatan Prima, 9(1), Pp. 1391–1402.

Cristina, R., Kapantow, N. H., Malonda, N. S. H. 2016. Hubungan Antara Berat Badan Lahir Anak Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Kesmas. 5(1):58-64.

Dai N, Dassi M. 2017. Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Makasar. Komunitas Kesehatan Masyarakat. 3(2):1–13.

Dewi, N.K., Widyasih, Hesty., Margono. 2016. Kejadian Bayi Berat Badan Lahir

Rendah Dan Status Gizi Balita. Kesehatan Ibu Dan Anak. 7(1):59-63

Dinas Kesehatan Lombok Barat. 2022. Prevalensi Balita Gizi Kurang. Available At: Https://Ppid.Lombokbaratkab.Go.Id/Dwnld.Php?File=../Fileppid/Renstradinaskesehatan2019-202411252031032021.Pdf&Id=5383

Fajar, S.A., Anggraini, C.D. And Husnul, N. (2022) ‘Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pada Status Gizi Balita Puskesmas Citeras Kabupaten Garut’, Nutrition Scientific Journal, 1(1), Pp. 30–40. Doi:10.37058/Nsj.V1i1.5975.

Fajrina, A., Buanasita, A. 2018. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Kecamatan Semampir Surabaya. Media Gizi 50 Indonesia. 13(1):71-80.

Gomella, T. L. 2017. Neonatology?: Management, Procedures, On Call Problems, Diseases & Drugs. In Mc Graw Hill Education (Vol. 7).

Harjatmo, T. P., Par’i, H. M. And Wiyono, S. (2017) ‘Bahan Ajar Gizi: Penilaian Status Gizi’. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Available At: Http://Library1.Nida.Ac.Th/Termpaper6/Sd/2554/19755.Pdf

Idai. 2011. Asuhan Nutrisi Pediatrik (Pediatric Nutrition Care) Dinas Kesehatan Lombok Barat. 2022. Prevalensi Balita Gizi Kurang

Kementerian Ppn/Bappenas (2019) Kajian Sektor Kesehatan Pembangunan Gizi Di Indonesia. Edited By P. Pungkas Bahjuri Ali, Stp, Ms Et Al. Jakarta: Direktorat Keehatan Dan Gizi Masyarakat.

Kemenkes. 2019. Profil-Kesehatan-Indonesia-2019

Kemenkes. 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan.

Kemenkes. 2022. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (Ssgi) 2022. Kemenkes. Available At : Https://Ayosehat.Kemkes.Go.Id/Pub/Files/Files46531._Materi_Kabkpk_Sos_Ssgi.Pdf

Kemenkes Ri. 2022. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Berbahan Pangan Lokal Untuk Balita Dan Ibu Hamil. Kemenkes [Internet].

Kementerian Kesehatan. 2017. Status Gizi Balita Dan Interaksinya

Kementerian Kesehatan Ri. 2019. Manajemen Terpadu Balita Sakit (Mtbs). Jakarta

Kementerian Kesehatan Ri. 2020. Buku Saku Pencegahan Dan Tata Laksana Gizi Buruk Pada Balita Di Pelayanan Rawat Jalan Bagi Tenaga Kesehatan. Kemenkes Ri: Jakarta.1–250 P

Medhin, G. Et Al. (2010) ‘Prevalence And Predictors Of Undernutrition Among Infants Aged Six And Twelve Months In Butajira, Ethiopia: The P-Mamie Birth Cohort’, Bmc Public Health, 10(1). Doi:10.1186/1471-2458-10-27.

Mgongo, M. Et Al. (2017) ‘Underweight, Stunting And Wasting Among Children In Kilimanjaro Region, Tanzania; A Population-Based Cross-Sectional Study’, International Journal Of Environmental Research And Public Health, 14(5), P. 509. Doi:10.3390/Ijerph14050509.

Muliani, S., Safinatunnaja, B., Mardianti, N. L. 2021. Hubungan Waktu Pemberian Makanan Tambahan Dengan Status Gizi Balita. Journal Of Midwifery Science And Women's Health. 2(1):26-30.

Monarisa (2018) ‘Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Tumbuh Kembang Bayi Usia 6-12 Bulan Di Kelurahan Seberang Padang Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang’, Jik- Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), Pp. 151–155. Doi:10.33757/Jik.V2i1.81.

Nugrahaeni De. 2018. Pencegahan Balita Gizi Kurang Melalui Penyuluhan Media Lembar Balik Gizi. Amerta Nutritional. 2(1):113.

Permenkes. 2019. Penanggulangan Masalah Gizi Bagi Anak Akibat Penyakit

Permenkes. 2020. Standar Antropometri Anak

Prihati D, Ikro N, Fitriani R, Rahim R, Rimayanti U, Manda I. 2021. Analisis Faktor Risiko Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton Tahun 2020.

Peraturan Presiden. 2021. Percepatan Penurunan Stunting. Available From: Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/174964/Perpres-No-72-Tahun-2021

Quinn, J. M., Sparks, M., Gephart, S. M. 2017. Discharge Criteria For The Late Preterm Infant: A Review Of The Literature. Advances In Neonatal Care.17(5):362–371.

Rahman, M.S., Howlader, T., Masud, M.S., Rahman, M.L. 2016. Association Of Lowbirth In Children Under Five Years In Bangladesh: Do Mother's Education, Socio Economic Status, And Birth Interval Matter?. Plos One. 11(6):1-16.

Rustina, Y. 2015. Bayi Prematur: Perspektif Keperawatan (1st Ed.). Jakarta: Sagung Seto.

Sakti, R.E., Hadju, V. And Rochimiwati, S.N. (2013) ‘Hubungan Pola Pemberian Mp-Asi Dengan Status Gizi Anak Usia 6-23 Bulan Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar Tahun 2013’, Hasanudin University Repository, Pp. 1–12.

Sania, A., Spiegelman, D., Edwards, Jr., Hertzmark, E., Mwiru, Rs., Kisenge, R., Fawzi, Ww. 2015. The Contribution Of Preterm Birth And Intrauterine Growth Restriction To Childhood Undernutrition In Tanzania. Maternal Childern Nutrition.

Santri, A., Indriansari, A. And Girsang, B.M. (2014) ‘Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) Dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah’, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 5(1), Pp. 63–70.

Sarni Y, Hutagalung V, Rizka Lestari A, Usmaini R, Akbar R, Studi Ps, Et Al. 2020 Peningkatan Status Gizi Balita Kekurangan Gizi Dari Intervensi Program Pemberian Makanan Tambahan (Pmt) Di Wilayah Kerja Puskesmas Klasaman Kota Sorong. Tropical Public Health Journal Faculty Of Public Health.

Sumardi S. 2019. Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Gizi Kurang Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan Kecamatan Mariso Kota Makassar. J Promot.1(2):30–42

Unicef. 2014. Malnutrition Conceptual Framework. Source: Adapted From Understanding And Applying Primary Pathways And Principles. Herforth & Harris. Usaid/Spring Project

Unicef (2019) ‘Status-Anak-Dunia-2019 @ Www.Unicef.Org’. Available At: Https://Www.Unicef.Org/Indonesia/Id/Status-Anak-Dunia-2019.

Unicef. 2022. Wasting Prevalence And Numbers Affected. Available At : Https://Data.Unicef.Org/Topic/Nutrition/Malnutrition/#:~:Text=Wasting%20and%20severe%20wasting,And%202.1%20per%20cent%2c%20respectively.

Usada, K. N., Wandoya, S. K., Trisna, N. 2021. Analisis Spasial Gizi Kurang Balita Di Kota Tangerang Tahun 2019. 2(1):1-15.

Viridula, E. Y., Murti, B. Suryani, N. 2016. Path Analysis On The Effect Of Biopsychosocial And Economic Factors During Gestational Period On The Risk Of Stunting And Development In Children Under Five, In Nganjuk, East Java. Journal Of Health Promotion And Behavior. 01(03):180–189.

Zulmi, D. 2019. Hubungan Antara Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Warunggunung Tahun 2018. Media Informasi Kesehatan. 6(1):69-76




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i9.25746

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.