Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya

Syamira Syamira, Husaini Husaini, Nelly Al Audhah, Erida Wydiamala, Ermina Istiqomah

Sari


ABSTRACT

 

Dengue Hemorrhagic Fever remains a major public health problem in Indonesia, with increasing incidence in Palangka Raya City. This study aimed to analyze factors associated with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever in Menteng Subdistrict, Palangka Raya City. An analytical observational study with a case-control design was conducted involving 130 respondents with a 1:1 ratio between case and control groups. Data were collected through interviews using structured questionnaires and direct observation using checklists. Statistical analysis was performed using Chi-Square tests. The results showed no significant association between knowledge and Dengue Hemorrhagic Fever incidence (p=1.000). However, attitude (p=0.002), water storage conditions (p=0.008), and housing conditions (p=0.011) were significantly associated with the incidence. Attitude and poor housing conditions increased the risk of Dengue Hemorrhagic Fever, while proper water storage acted as a protective factor. In conclusion, attitude, water storage conditions, and housing conditions are significantly associated with Dengue Hemorrhagic Fever incidence in Menteng Subdistrict, Palangka Raya City.

 

Keywords: Attitude, Dengue Hemorrhagic Fever, Housing Condition, Knowledge, Water Storage.

 

 

ABSTRAK

 

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat di Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Menteng, Kota Palangka Raya. Penelitian observasional analitis dengan desain kasus-kontrol dilakukan dengan melibatkan 130 responden dengan rasio 1:1 antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi langsung menggunakan daftar periksa. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kejadian Demam Berdarah Dengue (p=1,000). Namun, sikap (p=0,002), kondisi penyimpanan air (p=0,008), dan kondisi perumahan (p=0,011) secara signifikan terkait dengan insidensi. Sikap dan kondisi perumahan yang buruk meningkatkan risiko Demam Berdarah Dengue, sedangkan penyimpanan air yang baik berperan sebagai faktor pelindung. Kesimpulannya, sikap, kondisi penyimpanan air, dan kondisi perumahan secara signifikan terkait dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Menteng, Kota Palangka Raya.

 

Kata Kunci: Sikap, Demam Berdarah Dengue, Kondisi Rumah, Pengetahuan, Penyimpanan Air.


Kata Kunci


Demam Berdarah Dengue; Kejadian DBD; Sikap; Pengetahuan; Kondisi Rumah; Tempat Penampungan Air; Faktor Lingkungan; Kesehatan Masyarakat

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Adriyani, R. (2019). Sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Jakarta: Kencana.

Azwar, S. (2010). Sikap manusia: Teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Banik, R. (2023). Health behavior and disease prevention: A community-based approach. Journal of Public Health Research, 12(2), 145–152.

Depkes RI. (2015). Pedoman pengendalian demam berdarah dengue. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dewi, N. K. D. R., Satrini, N. L. A., & Pranata, G. K. A. W. (2022). Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan demam berdarah dengue di Kabupaten Buleleng. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 85–92.

Diana, D., & Riesmiyatiningdyah, R. (2020). Hubungan pengetahuan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk di Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–52.

Ghimire, S. (2024). Health behavior theory and practice in disease prevention. Global Health Journal, 9(1), 23–30.

Ibrahim, I. (2020). Faktor lingkungan rumah terhadap kejadian demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 10–18.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman rumah sehat. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Kinansa, A. (2020). Pengendalian vektor penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 5(2), 66–72.

Muhlisah. (2024). Peran masyarakat dalam pengendalian demam berdarah dengue. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 77–85.

Mulyani, L., et al. (2022). Hubungan faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 120–128.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurjannah. (2021). Hubungan kebersihan lingkungan dengan kejadian DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 33–40.

Nurmaini. (2020). Faktor risiko lingkungan terhadap kejadian DBD. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 98–105.

Rokhma, A., et al. (2023). Analisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan angka kejadian demam berdarah dengue di Mayangrejo. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 7(1), 45–53.

Saputra, A. U., et al. (2023). Faktor lingkungan fisik dan kebiasaan keluarga terhadap kejadian DBD di Puskesmas Sako Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(1), 30–38.

World Health Organization. (2021). Dengue guidelines for diagnosis, treatment, prevention and control.

World Health Organization. (2022). Dengue and severe dengue.




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i9.25859

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.