Standarisasi Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.)

Jeny Puspita Sari, Tutik Tutik, Diah Astika Winahyu

Abstract


Metabolit sekunder yang ditemukan dalam kulit bawang merah digunakan dalam pengobatan tradisional dan memberikan sejumlah keuntungan. Kontrol kualitas yang ketat diperlukan untuk kulit bawang merah, dan termasuk mengevaluasi kualitas ekstrak kulit bawang merah untuk dijadikan obat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjamin efek farmakologis dari ekstrak herbal dan meningkatkan kualitas bahan baku, dan memenuhi kriteria standar ditetapkan sesuai persyaratan yang diperlukan untuk efektivitas, keamanan, kemurnian, dan kualitas. Metode pada penelitian ini menggunakan teknik ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh akan ditentukan parameter standar untuk ekstrak, yang meliputi kriteria spesifik dan non-spesifik. Hasil ekstrasi diperoleh persen rendemen ekstrak etanol kulit bawang merah sebesar 2%. Hasil uji parameter spesifik pada uji organoleptik ekstrak etanol dengan warna kecoklatan dan aroma bawang yang kuat. Hasil uji kelarutan ekstrak larut dalam pelarut air 12% dan organik 26% memenuhi standar dengan syarat lebih dari 6% telah memenuhi standar. Hasil skrining fitokimia ekstrak mengandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil uji parameter non-spesifik diperoleh susut pengeringan sebesar 1% memenuhi standar < 11%, kadar air gravimetri sebesar 1% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 10%, dan kadar abu total sebesar 15% memenuhi standar tidak lebih dari ≤ 16,6%. Parameter non-spesifik kadar abu tidak larut asam sebesar 5% tidak memenuhi standar seharusnya tidak melebihi ≤ 0,7%.


Keywords


Kulit bawang merah; Standarisasi; Ekstrak; Spesifik; Non spesifik

Full Text:

PDF

References


Achmad, S., A., 2006, Keanekaragaman Sumber Alam Hayati sebagai Sumber Senyawa Kimia yang Berguna. Makalah Seminar Nasional Kimia, Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Negeri Makasar.

Ambiya, S., Tutik & Nofita, 2021. Uji Aktivitas Sediaan Selep Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kelinci (Oryctagalus cuniculus). Skripsi Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Depkes R.I., 2008. Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I. Departemen Kesehatan Indonesia, Jakarta.

Depkes Republik Indonesia. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Juliadi, D. & Agustini , N. P. D., 2019. Ekstrak Kuersetin Kulit Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) Kintamani Sebagai Krim Antiinflamasi Pada Mencit Putih Jantan Mus musculus Dengan Metode Hot Plate. Jurnal Ilmiah Medicamento, 5(2), pp. 97-104.

Julianto, T. S., 2019. Fitokimia : Tinjauan Metabolit Sekunder dan Skrining Fitikomia, 1 ed. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Kumari, R., and Kotecha, M., 2016. A review on the Standardization of herbal medicines. International Journal of Pharma Sciences and Research, Vol. 7 No. 2, 97-106.

Mulyono., 2009. Mmbuat Reagen Kimia Di Laboratorium. Jakarta : Bumi Aksara. Hal : 260-273.

Octaviani, M., Fadhli, H., Yuneistya, E., 2019. Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol dari Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) dengan Metode Difusi Cakram. Pharmaceutical Sciences and Research (PSR), 6(1), 62 – 68.

Prabowo, A., Noer S., 2020. Uji Kualitatif Fitokimia Kulit Bawang Merah (Allium ascalonicum). Sinasis 1(1): 250-253.

Saifudin, A., Rahayu,V., Teruna, Y.H., 2011. Standardisasi Bahan Obat Alam. Edisi Pertama. Yogyakarta :Graha Ilmu, 1-4.

Setyowati, W.A.E., Ariani, S.R.D., Ashadi Mulyani, B., dan Rahmawati, C.P., 2014. Skrining Fitokimia Dan Identifikasi Komponen Utama Ekstrak Metanol Kulit Durian (Duriozibenthinus murr.) Variates Petruk. Seminar Nasional Kimia Dan Pendidikan Kimia VI. Prodi Pendidikan Kimia Jurusan FMIPA FKIP Universitas Surakarta. Hal : 275.

Soebagio, B., Rusdiana, T. dan Khairudin. 2007. Pembuatan Gel dengan Aqupec HV-505 dari Ekstrak Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.) sebagai Antioksidan. Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran. Bandung.

Waluyo, T., 2020. Optimasi Pengkomposan Limbah Sayuran Pasar Minggu Sebagai Sumber Pupuk Organik. Jurnal Ilmu Dan Budaya, pp. 8275-8297.




DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v9i4.20672

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Jurnal Medika Malahayati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

PRODI KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI