Gambaran Merokok Dengan Fungsi Paru Peak Flow Pada Petugas Keamanan Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung
Abstract
Merokok merupakan faktor risiko utama gangguan fungsi paru dan masih banyak ditemukan pada petugas keamanan. Paparan zat berbahaya dalam rokok dapat menurunkan fungsi paru, yang salah satunya dapat diukur melalui nilai arus puncak ekspirasi (APE) menggunakan peak flow meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan fungsi paru peak flow pada petugas keamanan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 63 petugas keamanan perokok yang dipilih dengan teknik total sampling. Derajat merokok dinilai menggunakan Indeks Brinkman, sedangkan fungsi paru diukur menggunakan peak flow meter, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Mayoritas responden merupakan perokok ringan (69,8%) dan berada pada kategori usia dewasa. Penilaian fungsi paru menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (58,7%) memiliki nilai APE 50–80% dari prediksi normal. Distribusi berdasarkan derajat merokok menunjukkan bahwa penurunan nilai APE ditemukan pada seluruh kategori perokok, termasuk perokok ringan, dan seluruh perokok berat berada pada kategori APE menurun. Meskipun sebagian besar responden merupakan perokok ringan, penurunan fungsi paru telah terjadi pada sebagian besar petugas keamanan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok, bahkan pada derajat ringan, berpotensi menyebabkan penurunan fungsi paru.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ardiana, T. R., Widjajakusumah, M. D., & Zulfa, F. (2020). Pengaruh merokok terhadap nilai arus puncak ekspirasi pada pekerja satuan pengamanan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Prosiding Seminar Nasional Riset Kedokteran, 2020.
Artiyaningrum, B., & Azam, M. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 1(1), 12–20.
Fredian, D., & Kalma, F. (2024). Urgensi lahirnya undang-undang khusus profesi satuan pengamanan (Satpam). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 104–115. http://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura
Insani, A. M. (2023). Hubungan durasi kerja terhadap gangguan faal paru (restriktif dan obstruktif) pada petugas sapu jalan Kecamatan Telanaipura Kota Jambi tahun 2023 [Skripsi]. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi.
Karyus, A., Listiani, F., & Djamil, A. (2020). Analisis perilaku merokok pada perokok aktif siswa laki-laki SMK Negeri se-Bandar Lampung. Malahayati Nursing Journal, 2(2), 210–221.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2019 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kandungan rokok yang berbahaya bagi kesehatan. https://yankes.kemenkes.go.id
Nisa, K., Sidharti, L., & Adityo, M. F. (2015). Pengaruh kebiasaan merokok terhadap fungsi paru pada pegawai pria di Gedung Rektorat Universitas Lampung. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 5(9), 38–42.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (3rd ed.). PT Rineka Cipta.
Novtasari, D. I., & Wijayanti, Y. (2018). Faktor individu, paparan debu, dan karbon monoksida dengan gambaran faal paru petugas SPBU. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(4), 553–563. https://doi.org/10.15294/higeia.v2i4.23617
Raimana, M. I. (2022). Gambaran fungsi faal paru pada perokok dan bukan perokok di Laboratorium Klinik Prodia Palu. Jurnal Kesehatan Tadulako, 8(3), 162–171.
Sandhu, P. K., Bajaj, D., & Mehta, K. (2016). Correlation of peak expiratory flow rate with age and anthropometric parameters in elderly (>65 years). National Journal of Physiology, Pharmacy and
Pharmacology, 6(1), 89–92.
https://doi.org/10.5455/njppp.2015.5.0104201584
Seatca. (2018). The tobacco control atlas: ASEAN region. Southeast Asia Tobacco Control Alliance.
Soermarwoto, R., Rusmini, H., Sinaga, F., Susanto, A., & Widiyantoro, A. (2021). Perbandingan pengaruh asap rokok kretek, filter, dan biomassa terhadap fungsi paru pasien PPOK. Jurnal Respirasi Indonesia, 41(1), 40–50.
Sondakh, V. (2023). Kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan [Skripsi]. Universitas Sam Ratulangi. https://ejournal.unsrat.ac.id/
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wiraguna, I. W., Astrawan, I. P., & Suparwati, K. T. A. (2022). Hubungan derajat merokok dengan nilai arus puncak ekspirasi pada pria dewasa awal (20–40 tahun). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), 1705–1712.
World Health Organization. (2023). Smoking is a leading cause of chronic obstructive pulmonary disease (COPD). World Health Organization.
Wulandari, R., Setiani, O., & Astorina, N. Y. D. (2015). The relationship between work period and lung function disorders in street sweeper officers in Semarang City. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(3), 235–246.
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v9i4.20682
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
