Hubungan Intensitas Olahraga Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus : Studi Cross-Sectional Di RS Natar Medika Lampung Selatan

Marsheilla Deyenda, Firhat Esfandiari, Festy Ladyani, Toni Prasetia

Abstract


Diabetes melitus merujuk pada gangguan metabolik kronis terjadinya hiperglikemia akibat adanya gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yaitu mengendalikan kadar gula darah dengan cara olahraga teratur. Studi ini diselenggarakan untuk mengidentifikasi hubungan antara intensitas olahraga dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RS Natar Medika Lampung Selatan. Studi ini memakai desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.  Sampel mencakup 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi langsung aktivitas olahraga serta pemeriksaan kadar gula darah menggunakan alat Easy Touch.  Hasil penelitian menunjukkan yang paling banyak intensitas olah raga tinggi (>4x/bulan) dengan kadar gula darah rendah (<100mg/dL) sebanyak 36 responden (60%), sementara responden dengan olahraga ringan (1-2x/bulan) cenderung mempunyai kadar gula darah tinggi (>200mg/dL) sebanyak 4 responden (6,7%). Uji statistik menggunakan uji Chi Square komparatif non parametrik. Hasil analisis memperlihatkan terdapat korelasi signifikan antara intensitas olahraga dan kadar gula darah (p = 0,001). Oleh karena itu penelitian ini ada hubungan intensitas olahraga dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Direkomendasikan olahraga sebagai bagian dari pengelolaan komprehensif bagi penderita diabetes.


Keywords


Diabetes Melitus; Intensitas Aktivitas Fisik; Kadar Gula Darah; Olahraga

Full Text:

PDF

References


Almaini, A., & Heriyanto, H. (2019). Pengaruh kepatuhan diet, aktivitas fisik, dan pengobatan dengan perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus suku Rejang. Jurnal Keperawatan Raflesia, 1(1), 55–66. https://doi.org/10.33088/jkr.v1i1.393

Anani, S., Udiyono, A., & Ginanjar, P. (2012). Hubungan antara perilaku pengendalian diabetes dan kadar glukosa darah pasien rawat jalan diabetes melitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 466–478. http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm

Arania, R., Triwahyuni, T., Esfandiari, F., & Nugraha, F. R. (2021). Hubungan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 146–153.

Ardiyan, T. (2018). Pengaruh kadar gula darah terhadap penyembuhan luka diabetes mellitus di Puskesmas Dinoyo Malang. Nursing News, 3(1), 550–556.

Astuti, N. P. T., Bayu, W. I., & Destriana, D. (2022). Indeks massa tubuh, pola makan, dan aktivitas fisik: Apakah saling berhubungan? Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI), 1(2), 154–167.

Azitha, M., Aprilia, D., & Ilhami, Y. R. (2018). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien diabetes melitus yang datang ke poli klinik penyakit dalam Rumah Sakit M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 400.

https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.893

Bataha, Y. (2016). Hubungan antara perilaku olahraga dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Jurnal Keperawatan, 4(1). https://doi.org/10.35790/jkp.v4i1.11909

Charlton, M. A. (2007). Current occupational & environmental medicine (4th ed.). Journal of Trauma: Injury, Infection & Critical Care, 63(6), 1422. https://doi.org/10.1097/ta.0b013e31815078c9

Damayanti, S. (2015). Hubungan frekuensi senam diabetes mellitus dengan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah pada klien diabetes mellitus tipe 2 di kelompok PERSADIA RS Jogja. Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(2). https://doi.org/10.35842/mr.v10i2.89

Erina, Y. A. (2024). Hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Kesehatan Masyarakat Unissula, 10(1), 1–10.

Fanana Mahdia, F., Susanto, H. S., & Adi, S. (2018). Hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus tipe 2 (Studi di Puskesmas Rowosari Kota Semarang Tahun 2018). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6, 2356–3346. http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Hardianto, D. (2021). Telaah komprehensif diabetes melitus: Klasifikasi, gejala, diagnosis, pencegahan, dan pengobatan. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 7(2), 304–317. https://doi.org/10.29122/jbbi.v7i2.4209

International Diabetes Federation. (2019). IDF diabetes atlas (9th ed.). https://diabetesatlas.org/idfawp/resourcefiles/2019/07/IDF_diabetes_atlas_ninth_edition_en.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Infodatin: Diabetes melitus 2020.

LeMone, P., Burke, K., & Bauldoff, G. (2016). Medical-surgical nursing (Alih bahasa). Jakarta: EGC.

Lestari, Z., Zulkarnain, Z., & Sijid, S. A. (2021). Diabetes melitus: Review etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan, dan cara pencegahan. UIN Alauddin Makassar, 237–241. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb

Lubis, R. F., & Kanzanabilla, R. (2021). Latihan senam dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 1(3), 177. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v1i3.4649

Nurayati, L., & Adriani, M. (2017). Association between physical activity and fasting blood glucose among type 2 diabetes mellitus patients. Amerta Nutrition, 1(2), 80–87. https://doi.org/10.20473/amnt.v1.i2.2017.80-87

Rondonuwu, R., Rompas, S., & Bataha, Y. (2016). Hubungan antara perilaku olahraga dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur. Jurnal Keperawatan, 4(1), 1–7.

Sari, N., & Purnama, K. A. (2019). Aktivitas fisik dan hubungannya dengan kejadian diabetes melitus. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 2(4), 368–381.

Tamornpark, R., Utsaha, S., Apidechkul, T., Panklang, D., Yeemard, F., & Srichan, P. (2022). Quality of life and factors associated with a good quality of life among diabetes mellitus patients in Northern Thailand. Health and Quality of Life Outcomes, 20(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12955-022-01986-y

Ubaidillah, Z., Sari, D. A. P., & Mashfufa, E. W. (2021). Determinan insiden hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipe 2: Studi literatur. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 7(2), 289–295. https://doi.org/10.33023/jikep.v7i2.833

Widiasari, K. R., Wijaya, I. M. K., & Suputra, P. A. (2021). Diabetes melitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Ganesha Medicina Journal, 1(2), 114–119.




DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i1.21909

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

PRODI KEDOKTERAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI