Hubungan Kadar Hemoglobin Terglikasi (HbA1c) dengan Neuropati Diabetik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Pengendalian glikemik yang buruk dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronis, salah satunya neuropati diabetik. Neuropati diabetik umumnya menyerang saraf perifer, terutama pada ekstremitas bawah seperti kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi sensorik, sensasi abnormal, serta hilangnya sensasi secara bertahap yang dapat memicu luka atau ulkus kaki diabetik akibat trauma dari luar maupun tekanan abnormal pada struktur tulang. Kendali glikemik dapat dinilai melalui pemeriksaan hemoglobin terglikasi (HbA1c) dengan nilai target ≤7%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan kejadian neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bintang Amin, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) berbasis data sekunder rekam medis 110 pasien periode Januari–Juni 2025 dan dianalisis dengan uji chi-square. Sebagian besar pasien berusia 45–65 tahun (61,8%) dan berjenis kelamin perempuan (60,9%). Sebagian besar pasien telah menderita diabetes melitus tipe 2 lebih dari 5 tahun (61,8%), mengalami neuropati diabetik (69,1%), dan memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol (70,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dan neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin, Bandar Lampung tahun 2025 (p < 0,001). Pasien dengan HbA1c tidak terkontrol memiliki odds 5,61 kali lebih tinggi untuk mengalami neuropati diabetik dibandingkan pasien dengan HbA1c terkontrol (OR = 5,61; IK 95% 2,30–13,68).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Astuti, Firmansyah, R. and Mahendra, M., 2023. Study of risk factors diabetic peripheral neuropathy at one single center in Indonesia. Health Science Journal of Indonesia, 14(2), pp.77–84. Available at: https://doi.org/10.22435/hsji.v14i2.6615
Dwipayana, A.R.I.M., 2020. Prevalensi dan hubungan kontrol glikemik dengan diabetik neuropati perifer pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUP Sanglah Denpasar. E-Jurnal Medika Udayana, 9(4), pp.77–82. Available at: https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/70337
Fikri, E.A., Sulistyani, S., Setiawan, I. and Puspitasari, M., 2024. Hubungan kadar HbA1c dan usia dengan kejadian neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(3), pp.45–52. Available at: https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/PSKM/article/view/1986
Hunaifi, I., 2021. The correlation between HbA1c and neuropathy disability score in type 2 diabetes mellitus patients. Acta Medica Indonesiana, 53(2), pp.163–168.
International Diabetes Federation, 2021. IDF diabetes atlas. 10th ed. Brussels: International Diabetes Federation. Available at: https://www.diabetesatlas.org
Kebede, S.A., Tusa, B.S., Weldesenbet, A.B., et al., 2021. Time to diabetic neuropathy and its predictors among newly diagnosed type 2 diabetes mellitus patients in Northwest Ethiopia. The Egyptian Journal of Neurology, Psychiatry and Neurosurgery, 57(1), p.147. Available at: https://doi.org/10.1186/s41983-021-00402-4
Kementerian Kesehatan RI, 2013. Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI, 2018. Hasil utama Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Khawaja, N., Abu-Shennar, J., Saleh, M., et al., 2018. The prevalence and risk factors of peripheral neuropathy among patients with type 2 diabetes mellitus: The case of Jordan. Diabetology & Metabolic Syndrome, 10(1). Available at: https://doi.org/10.1186/s13098-018-0309-6
Marsiano, V.A. and Wahyuliati, T., 2018. Hubungan kadar HbA1c dengan neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus. Mutiara: Multidisciplinary Scientific Journal, 3(1), pp.86–94. Available at: https://doi.org/10.57185/mutiara.v3i1.316
Matasak, V.B.M. and Siwu, J.F., 2018. Hubungan kadar HbA1c dengan neuropati pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Kimia Farma Husada Sario Manado. Jurnal Keperawatan, 9(2), pp.75–82. Available at: https://repository.um-surabaya.ac.id/6940/1/Gacheta-HbA1C.pdf
Nadrati, B. and Supriatna, L., 2021. Buerger Allen exercise dan ankle brachial indeks (ABI) pada penyandang diabetes melitus. Yogyakarta: PT. Nasya Expanding Management.
Notoatmodjo, S., 2010. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nozawa, K., Ikeda, M. and Kikuchi, S., 2022. Association between HbA1c levels and diabetic peripheral neuropathy: A case–control study of patients with type 2 diabetes using claims data. Drugs – Real World Outcomes, 9(3), pp.403–414. Available at: https://doi.org/10.1007/s40801-022-00309-3
PERKENI, 2021. Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI.
Rachmantoko, R., Zamroni, A., Rahmawati, D., et al., 2021. Diabetic neuropathic pain. Journal of Pain, Headache and Vertigo, 2(1), pp.8–12. Available at: https://doi.org/10.21776/ub.jphv.2021.002.01.3
Resti, A., Tussy, T. and Firhat, E., 2021. Hubungan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), pp.146–153.
Sugiyono, 2018. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Widiasari, K.R., Wijaya, I.M.K. and Suputra, P.A., 2021. Diabetes melitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Ganesha Medicina, 1(2), pp.114–120. Available at: https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.40006
Wu, B., Niu, Z. and Hu, F., 2021. Study on risk factors of peripheral neuropathy in type 2 diabetes mellitus and establishment of prediction model. Diabetes & Metabolism Journal, 45(4), pp.526–538. Available at: https://doi.org/10.4093/dmj.2020.0100
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i3.25329
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
