Hubungan Postur Kerja dan Durasi Duduk dengan Kejadian Low Back Pain pada Pekerja Industri Rumahan Kerupuk Kulit Kota Bandar Lampung
Abstract
Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum dan menjadi salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Pada tahun 2020, sekitar 619 juta orang di seluruh dunia mengalami LBP. Postur kerja yang tidak ergonomis dan durasi duduk yang lama dapat meningkatkan risiko LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi duduk dengan kejadian LBP pada pekerja industri rumahan pengolahan kerupuk kulit di Suka Jawa, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Maret 2026 dan melibatkan 44 pekerja industri rumahan pengolahan kerupuk kulit yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Postur kerja dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan durasi duduk dikategorikan berdasarkan kriteria durasi duduk berisiko yang telah ditetapkan. Status LBP ditentukan berdasarkan adanya keluhan nyeri pada daerah punggung bawah sesuai dengan definisi operasional penelitian. Tingkat disabilitas akibat LBP dinilai menggunakan kuesioner Oswestry Disability Index (ODI) dan Roland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ) sesuai dengan pedoman masing-masing instrumen. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Dari 44 responden, sebanyak 33 responden (75,0%) memiliki postur kerja berisiko, 33 responden (75,0%) memiliki durasi duduk berisiko, dan 33 responden (75,0%) mengalami LBP. Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dan LBP (p < 0,001; PR = 2,42; 95% CI: 1,09–5,34). Durasi duduk juga memiliki hubungan yang signifikan dengan LBP (p < 0,001; PR = 3,33; 95% CI: 1,26–8,80). Postur kerja berisiko dan durasi duduk yang lama berhubungan secara signifikan dengan kejadian LBP pada pekerja industri rumahan pengolahan kerupuk kulit. Penerapan postur kerja yang ergonomis, perubahan posisi secara berkala, dan melakukan peregangan selama bekerja direkomendasikan sebagai upaya untuk membantu mencegah LBP.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustin, A., Puji, L.K.R. and Andriati, R., 2023. Hubungan durasi kerja, masa kerja dan postur kerja terhadap keluhan low back pain pada bagian staff di Kantor X, Jakarta Selatan. Journal of Health Research Science, 3(01), pp.13–22.
Aswin, B., Siregar, S.A., Lanita, U. and Reskiaddin, L.O., 2022. The effectiveness of exercise therapy and ergonomic seat design in controlling low back pain (LBP) in batik craftsmen. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi, 5(1), pp.160–166. Available at: https://doi.org/10.35451/jkf.v5i1.1386
Bontrup, C., Taylor, W.R., Fliesser, M., et al., 2019. Low back pain and its relationship with sitting behaviour among sedentary office workers. Applied Ergonomics, 81, p.102894. Available at: https://doi.org/10.1016/j.apergo.2019.102894
Coury, J.R., Morrissette, C.R., Lee, N.J., et al., 2024. Worse preoperative disability is predictive of improvement in disability after complex adult spinal deformity surgery. Global Spine Journal, 14(2), pp.364–369. Available at: https://doi.org/10.1177/21925682221104425
Hayden, J.A., Ellis, J., Ogilvie, R., et al., 2021. Some types of exercise are more effective than others in people with chronic low back pain. Journal of Physiotherapy, 67(4), pp.252–262. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jphys.2021.09.004
Hendrika, W., Sitompul, Y.R.M. and Petrus, G., 2022. The relationship between sitting attitude and duration of work with low back pain complaints. Journal of Drug Delivery and Therapeutics, 12(6), pp.164–170. Available at: https://doi.org/10.22270/jddt.v12i6.5689
Hutasuhut, R.O., Lintong, F. and Rumampuk, J.F., 2021. Hubungan lama duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah. eBiomedik, 9(2).
Lim, Y.Z., Chou, L., Au, R.T., et al., 2019. People with low back pain want clear, consistent and personalised information on prognosis, treatment options and self-management strategies: A systematic review. Journal of Physiotherapy, 65(3), pp.124–135. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jphys.2019.05.010
Parinduri, A.I., Widyaningsih, F., Irmayani, I., et al., 2021. Faktor yang berhubungan dengan terjadinya low back pain pada pekerja pembuat batu bata. Jurnal Riset Hesti Medan, 6(2). Available at: https://doi.org/10.34008/jurhesti.v6i2.247
Rohmatillah, D.T.M., Syahputro, D. and Andriani, A.T., 2023. Analisis faktor risiko low back pain pada pekerja industri. CoMPHI Journal, 4(1), pp.51–59.
Sathe, S., Baxi, M., Chaudhary, N., et al., 2021. Ergonomic evaluation using REBA method. International Journal of Current Research and Review, 13(8), pp.62–66. Available at: https://doi.org/10.31782/IJCRR.2021.13819
Sybromillsy, A., Purnama, D., Mulya, A.P. and Witdiawati, W., 2023. Penerapan latihan peregangan otot terhadap pencegahan nyeri punggung. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(8), pp.3048–3060.
Tanjung, J.R., Hanarko, F.A. and Haryono, I.R., 2023. Hubungan posisi dan durasi duduk terhadap nyeri punggung bawah. Damianus Journal of Medicine, 22(1), pp.61–68.
Thamrin, Y., Pasinringi, S., Darwis, A.M. and Putra, I.S., 2021. Relation of body mass index and work posture to musculoskeletal disorders. Gaceta Sanitaria, 35, pp.S79–S82. Available at: https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2020.12.022
WHO, 2023. Low back pain. Geneva: World Health Organization. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/low-back-pain
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i3.25538
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
