Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Abstract
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan kendali glikemik jangka panjang yang dipantau melalui kadar HbA1c. Indeks Massa Tubuh (IMT) menggambarkan status gizi dan secara luas diasumsikan memengaruhi sensitivitas insulin, namun bukti mengenai hubungannya dengan HbA1c pada pasien yang telah menjalani terapi masih belum konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Natar Medika. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) berbasis data sekunder rekam medis periode Januari–Desember 2025; sebanyak 90 dari 116 rekam medis yang memenuhi kriteria dianalisis. IMT diklasifikasikan menurut kriteria Asia-Pasifik dan HbA1c dikategorikan pada titik potong 6,5%. Analisis menggunakan uji Fisher's Exact dan korelasi Spearman dengan batas kemaknaan 0,05. Sebanyak 48 pasien (53,3%) memiliki HbA1c tidak terkontrol dan 37 pasien (41,1%) tergolong obesitas. Proporsi HbA1c tidak terkontrol meningkat mengikuti kategori IMT, dari 41,2% pada kelompok normal hingga 66,7% pada obesitas tingkat II, tetapi hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik. Korelasi pada nilai kontinu sangat lemah (rho = 0,080; p = 0,454) dan rerata HbA1c antarkategori hampir tidak berbeda. Pengelompokan IMT pada 25,0 kg/m² memberikan odds ratio 2,23 (IK 95% 0,94–5,30), yaitu arah positif dengan rentang kepercayaan yang masih melewati angka satu. IMT semata belum memadai untuk menjelaskan kendali glikemik pada populasi ini, sehingga pengukuran adipositas sentral dan faktor terkait terapi perlu dipertimbangkan pada penelitian selanjutnya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adriani, D., Hurin, S. and Amani, P., 2023. Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes melitus tipe-2. Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, 8(2), pp.194–196. Available at: https://e-journal.trisakti.ac.id/index.php/lemlit/article/view/14034
American Diabetes Association Professional Practice Committee, 2025. 2. Diagnosis and classification of diabetes: Standards of care in diabetes—2025. Diabetes Care, 48(Suppl. 1), pp.S27–S49. Available at: https://doi.org/10.2337/dc25-S002
Budiamal, N.D., Samsuria, I.K., Retnoningrum, D. and Ariosta, A., 2020. Hubungan gula darah puasa dan HbA1c dengan indeks massa tubuh pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 9(2), pp.184–188. Available at: https://doi.org/10.14710/dmj.v9i2.27143
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2024. Profil kesehatan Provinsi Lampung tahun 2024. Bandar Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Duncan, B.B., Magliano, D.J. and Boyko, E.J., 2025. IDF Diabetes Atlas 11th edition 2025: Global prevalence and projections for 2050. Nephrology Dialysis Transplantation, 41(1), pp.7–9. Available at: https://doi.org/10.1093/ndt/gfaf177
Gang, P., Zhu, J., Zhang, B., et al., 2026. Correlation analysis between obesity index and glycosylated hemoglobin level in type 2 diabetes patients: A cross-sectional study. Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity, 19, p.575126. Available at: https://doi.org/10.2147/DMSO.S575126
Harefa, E.M. and Lingga, R.T., 2023. Analisis faktor resiko kejadian diabetes melitus tipe II pada penderita DM di Kelurahan Ilir wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli. Jurnal Ners, 7(1), pp.316–324. Available at: https://doi.org/10.31004/jn.v7i1.12686
International Diabetes Federation, 2025. IDF diabetes atlas. 11th ed. Brussels: International Diabetes Federation. Available at: https://diabetesatlas.org
Irawan, Q.P., Utami, K.D., Reski, S. and Saraheni, 2022. Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar HbA1c pada penderita diabetes mellitus tipe II di Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjahranie. Formosa Journal of Science and Technology, 1(5), pp.459–468. Available at: https://doi.org/10.55927/fjst.v1i5.1220
Irma, I., Suhadi, S., Yuniar, N., et al., 2022. Indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LiLA) sebagai penentu diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Kesehatan, 13(2), pp.225–232. Available at: https://doi.org/10.26630/jk.v13i2.2848
Lin, W., 2024. The association between body mass index and glycohemoglobin (HbA1c) in the US population’s diabetes status. International Journal of Environmental Research and Public Health, 21(5), p.517. Available at: https://doi.org/10.3390/ijerph21050517
Little, R.R., Rohlfing, C. and Sacks, D.B., 2019. The National Glycohemoglobin Standardization Program: Over 20 years of improving hemoglobin A1c measurement. Clinical Chemistry, 65(7), pp.839–848. Available at: https://doi.org/10.1373/clinchem.2018.296962
PERKENI, 2021. Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI. Available at: https://pbperkeni.or.id
PERKENI, 2024. Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2024. Jakarta: PB PERKENI. Available at: https://pbperkeni.or.id
Suandy, S., Lumbantobing, A.N., Rohen, R., et al., 2022. Indeks massa tubuh dan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Prima Medika Sains, 4(1), pp.17–20. Available at: https://doi.org/10.34012/jpms.v4i1.2287
Wang, M. and Hng, T.M., 2021. HbA1c: More than just a number. Australian Journal of General Practice, 50(9), pp.628–632. Available at: https://doi.org/10.31128/AJGP-03-21-5866
WHO, 2024. Diabetes. Geneva: World Health Organization. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
WHO/IASO/IOTF, 2000. The Asia-Pacific perspective: Redefining obesity and its treatment. Sydney: Health Communications Australia.
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i3.25661
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
