EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING

Tutik Tutik, Faizal Buana Prasetya, Kinanti Sasikirana, Safana Zahra Jannati, Salsabilla Alda Nimatha, Windi Ardiko, Shafira Aulia Zahra

Sari


Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang optimal. Pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan pemanfaatan pangan lokal menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan stunting melalui edukasi pemanfaatan daun kelor sebagai sumber gizi lokal yang mudah diperoleh, terjangkau, dan memiliki nilai gizi tinggi. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan penyuluhan edukatif  dan pemberian bibit daun kelor yang dilaksanakan di Posyandu Dusun Tanjung Laut, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan meliputi survei awal melalui wawancara dengan bidan dan kader posyandu, penyuluhan mengenai stunting dan gizi ibu hamil, demonstrasi pengolahan daun kelor, pembagian bibit kelor kepada peserta, serta evaluasi pengetahuan menggunakan metode pretest dan postest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dari 80% menjadi 93% setelah diberikan edukasi. Pengetahuan ibu hamil mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai sumber gizi juga mengalami peningkatan dari 98,6% menjadi 100%. Hasil edukasi menunjukkan bahwa edukasi berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai hubungan antara gizi selama kehamilan dan pencegahan stunting. Edukasi pemanfaatan daun kelor mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan berpotensi mendorong perubahan perilaku gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan secara berkelanjutan.

 

Kata Kunci : Stunting, Ibu Hamil, Daun Kelor, Edukasi Gizi


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aritonang E. Kebutuhan gizi ibu hamil. Bogor: IPB Press, 2010

Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A Review on Nutritive Importance and Its Medicinal Application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49–56.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Buku KIA: Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Stunting. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Mardiah. Analisa kadar kalsium (Ca) pada daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan. 2017;8(15):49 – 52

Ndong, M., Wade, S., Dossou, N., Guiro, A., & Cissé, D. (2007). Nutritional Value of Moringa oleifera Leaves and Their Potential as a Food Supplement for Pregnant and Lactating Women. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 58(3), 229–237.

Rusilanti. Menu bergizi untuk ibu hamil. Jakarta: Kawan Pustaka, 2006.

Saint Sauveur, A. D., & Broin, M. (2010). Growing and processing moringa leaves.

UNICEF. (2021). Maternal Nutrition and the Prevention of Stunting: Technical Guidance for Program Implementation. New York: United Nations Children’s Fund.

WHO. (2020). Reducing Stunting in Children: Equity Considerations and Guidance for Countries. Geneva: World Health Organization.




DOI: https://doi.org/10.33024/jpfm.v9i1.25733

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##