EDUKASI PENERAPAN CERDAS PENGGUNAAN OBAT DENGAN 5 O PADA SISWA/I SMA IT SMART INSANI SEPUTIH JAYA GUNUNG SUGIH LAMPUNG TENGAH

Preti Septiana, Martianus Perangin Angin, M. Richo Noventa, Made Wisnu Dwi Candra, Melida Eltizami, Melani Eka Rizki Pratiwi, Putu Meliana

Sari


Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok remaja yang sering melakukan swamedikasi tanpa pemahaman yang memadai. Salah satu upaya untuk mencegah kesalahan penggunaan obat adalah melalui edukasi prinsip 5O (Obat apa, Obat apa khasiatnya, Obat berapa dosisnya, Obat bagaimana cara penggunaannya, dan Obat apa efek sampingnya). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa/i SMA IT Smart Insani Seputih Jaya, Lampung Tengah, mengenai penerapan cerdas penggunaan obat berdasarkan prinsip 5O. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest–posttest.  Peserta kegiatan berjumlah 120 siswa dari kelas X, XI, dan XII. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang mengukur pengetahuan penggunaan obat berdasarkan prinsip 5O. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan hasil pretest dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada seluruh indikator pengetahuan setelah diberikan edukasi, dengan peningkatan paling signifikan pada pemahaman mengenai dosis obat dan bahaya penggunaan obat berlebihan. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi prinsip 5O berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan obat yang rasional. Edukasi berbasis prinsip 5O dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi obat pada remaja dan mencegah kesalahan penggunaan obat. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi obat pada remaja dan diharapkan dapat mendorong perilaku penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab sejak dini.

 

Kata kunci: edukasi kesehatan, penggunaan obat rasional, prinsip 5O, remaja, swamedikasi


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kemenkes, 2020, Riset ksehatan dasar (RISKESDAS) 2020, Kemenkes RI, Jakarta.Jakarta: Bumi Medika

Kurniasih, D. A. A., Zahra, C. N. A., & Gianti, L. (2024). GAMBARAN SWAMEDIKASI DI KALANGAN REMAJA MASJID AN-NUR RIUNG BANDUNG. Journal of Pharmacopolium, 7(1).

Listiani, P. A. R., & Indraswari, P. I. I. (2026). Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Batuk Pada Remaja Di Smk Bintang Persada Denpasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 5(1), 1-7.

Muharni S, Aryani F, Mizanni M. Gambaran Tenaga Kefarmasian dalam Memberikan Informasi Kepada Pelaku Swamedikasi di Apotek-apotek Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis. 2015;2(1):47–53.

Na’imah, J., Nasyanka, A. L., & Aulia, R. (2020). Monitoring Pengetahuan Tanya 5O dan Dagusibu Obat yang Benar pada Ibu PKK RT/RW 003/003 Desa Kedanyang, Kebomas, Gresik. ACADEMICS IN ACTION Journal of Community Empowerment, 2(1), 12. https://doi.org/10.33021/aia.v2i1.1102.

Simbara Ari, Primanda Arina Zulfah, Tetuko Aji, S. N. C. (2019). Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema CerMat) untuk Meningkatkan Pengetahuan Swamedikasi. Indonesia Jurnal Farmasi, 4(1), 1–5.

Thahir, Z., Mustarin, R., Sulaiman, S., Usman, F., Masri, A., Wahyuni, Y. S., ... & Jariah, A. (2025). Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Pertolongan Pertama Menghadapi Overdosis Di Desa Belapunranga, Kabupaten Gowa. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(2), 2231-2237.




DOI: https://doi.org/10.33024/jpfm.v9i1.25744

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##