Pengaruh Senam Asma Terhadap Kekambuhan Pada Penderita Asma di Perumahan Sakura Land Kemiling Bandar Lampung
Sari
ABSTRACT
Asthma Exercise is a type of group therapy (exercise group) that involves body movements or essential activities to aid the respiratory rehabilitation process for asthma sufferers and serves as a supportive part of asthma therapy. Asthma is a chronic inflammatory disorder of the airways. It causes increased airway hyperresponsiveness characterized by wheezing, difficulty breathing, chest tightness, and coughing, especially at night or early in the morning. Asthma exercise comprises a group of exercises aimed at improving the capabilities of muscles related to the breathing mechanism, enhancing respiratory capacity and efficiency. Asthma exercise can increase the ability of asthma sufferers to perform daily activities by improving breathing ability, enhancing the efficiency of respiratory muscles, increasing blood flow to the lungs thereby allowing more oxygenated air to flow, resulting in slower and more efficient breathing, reducing the rate of lung function decline, decreasing clinical symptoms, and reducing the frequency of inhaler bronchodilator use. Based on field survey results, it was found that there are 9 asthma patients living in Sakura Land Housing, Kemiling, Bandar Lampung. This number indicates a significant need for support and information related to asthma within the community. Therefore, the author has decided to conduct an outreach program about asthma and asthma exercise at Sakura Land Housing, Kemiling, Bandar Lampung. The aim is to provide education about asthma, as well as asthma exercises that can help reduce asthma attacks, thereby aiding in better management of health conditions and raising awareness of the importance of self-care in dealing with asthma.
Keywords: Asthma Exercise, Recurrence Frequency, Asthma Sufferers.
ABSTRAK
Senam Asma adalah salah satu jenis terapi latihan yang dilakukan secara berkelompok (exercise group) yang melibatkan aktifitas gerakan tubuh atau merupakan kegiatan esensial untuk membantu proses rehabilitasi pernafasan pada penderita asma dan merupakan salah satu bagian penunjang terapi asma. Asma adalah gangguan inflamasi kronik saluran napas. Hal ini menyebabkan peningkatan hiperresponsif jalan napas yang ditandai dengan wheezing, sulit bernapas, dada terasa berat, dan batuk, terutama terjadi malam hari atau menjelang pagi hari. Senam asma merupakan sekelompok latihan (Exercise group) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan otot-otot yang berkaitan dengan mekanisme pernapasan, meningkatkan kapasitas serta efisiensi dalam proses pernapasan. Senam asma dapat meningkatkan kemampuan penderita asma dalam melakukan kegiatan sehari hari, yaitu meningkatkan kemampuan bernapas, meningkatkan efisiensi kerja otot-otot pernapasan, menambah aliran darah ke paru sehingga aliran udara yang teroksigenasi lebih banyak, menyebabkan pernapasan lebih lambat dan efisien, mengurangi laju penurunan faal paru, menurunkan gejala klinis, mengurangi frekuensi penggunaan bronkodilator hisap. Berdasarkan hasil survei lapangan, ditemukan bahwa terdapat 9 pasien asma yang berada di Perum sakura land, Kemiling, Bandar Lampung. Angka ini menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan akan dukungan dan informasi terkait asma di komunitas tersebut. Oleh karena itu, penyusun memutuskan untuk menyelenggarakan penyuluhan tentang asma dan senam asma di Perumahan Sakura Land Kemiling Bandar Lampung yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penyakit asma, serta senam asma yang dapat membantu mengurangi serangan asma, sehingga dapat membantu mengelola kondisi kesehatan dengan lebih baik, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan diri dalam menghadapi asma.
Kata Kunci: Senam Asma, Frekuensi Kekambuhan, Penderita Asma.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Astriani, N. M. D. Y., Pratama, A. A., & Sandy, P. W. S. J. (2021). Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 59–66. https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.2368
Dandan, J. G., Frethernety, A., & Parhusip, M. B. E. (2022). Literature Review : Gambaran Faktor-Faktor Pencetus Asma Pada Pasien Asma. Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya, 10(2), 1–5. https://doi.org/10.37304/jkupr.v10i2.3492
Eizadi M, Shafiei M, Rohani Aa And Jenabi A. (2021). Exercise As A None Pharmologicel Intervention In Maintain Ige In Asthma Patients,
Elyana Nur. (2021). Prosedur Gerakan Senam Asma, Yogyakarta: Javalitera. Ganong.W.F. 2005. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Egc.
GINA. (2021). Global Initiative For Asthma. Global Strategy for Asthma Management and Prevention. (pp. 1–217).
Global Initiative for Asthma. (2021). Global Strategy for Asthma Management and Prevention.In Ginasthma.org. https:// ginasthma. org/ wpcontent/uploads/ 2021/05/ Whats- new-inGINA-2021_final_V2.pdf
Handayani, R. N. (2023). Pelatihan Senam Asma Menuju Desa Sehat. Jurnal Komunitas Servizo, 1202 -1209
Herlambang, T. M., Maryono, M., Anasril, A., Bustami, B., & Amiruddin, A. (2022). Efektifitas Senam Asma Untuk Meningkatkan Fungsi Paru Penderita Asma di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(5), 6105-6114
J. G. Dandan, A. Frethernety, and M. B. E. Parhusip, “Literature Review : Gambaran Faktor-Faktor Pencetus Asma Pada Pasien Asma,” J. Kedokt. Univ. Palangka Raya, vol. 10, no. 2, pp. 1–5, 2022, doi: 10.37304/jkupr.v10i2.3492.
Kalsum, U., & Nur, A. (2021). Efektivitas Health Promotion terhadap Upaya Pencegahan Kekambuhan dan Kontrol Asma. Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12(April), 121–124.
Kartikasari, D., & Finishia, R. D. (2023). Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kekambuhan pada Pasien Asma. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16 (1), 40–46.https://jurnal.umpp.ac.id/index.php/jik/article/view/1433.
Kemenkes. (2022, September Rabu). Senam Asma untuk MengingkatkanFungsi Paru Penderita Asma .
Kemenkes. (2022, Agustus Rabu). ASMA.
Koefoed, H. J. L., Zwitserloot, A. M., Vonk, J. M., & Koppelman, G. H. (2021). Asthma, bronchial hyperresponsiveness, allergy and lung function development until early adulthood: A systematic literature review. Pediatric Allergy and Immunology, 32 (6) , 1238 – 1254. https://doi.org/10.1111/pai.13516
Nazaruddin, A. Purnamasari, W. O. A. Zoahira, Lisnawati, and Harmin, “Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Kekambuhan Asma Terhadap Peningkatan Pengetahuan Penderita Asma Bronkhial Di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna,” J. Anoa Pengabdi. Mandala Waluya, vol. 1, no. 1, pp. 5–17, 2022, doi: 10.54883/japmw.v1i1.7.
Netty Herawati, S. N. (2022). Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kekambuhan Asma Bronkial Pada Pasien Asma Bronkial. Jurnal Pustaka Keperawatan , 73-77
Rosfadilla, P., & Sari, A. P. (2022). Asma Bronkial Eksaserbasi Ringan-Sedang Pada Pasien Perempuan Usia 46 Tahun. AVERROUS: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh.
Sahat, C. S., Irawaty, D., & Hastono, S. P. (2011). Peningkatan kekuatan otot pernapasan dan fungsi paru melalui senam asma pada pasien asma. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(2), 101-106.
Setiawan, W. R., & Syafriati, A. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Asma yang Berulang. Jurnal Kesehatan, 12(2). https://doi.org/10.36729/bi.v12i2.510.
Zulkifli, Z., et al (2022). Pengaruh Pursed Lip Breathing Exerciseterhadap Saturasi Oksigen, Denyut Nadi dan Frekuensi Pernapasan pada Pasien Asma Bronkial. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(1), 203.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i6.16024
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





