Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan untuk Pencegahan Asam Urat di Desa Bahagia

Bayu Eka Kurniawan, Siti Zahra M. Nyombali, Yunita Ratnawati, Nia Rahmadani, Michelle Petuna, Derawati M Tiban, Mey Mutmainnah, Aulia Nurrahmadani, Sri Rahayu, Siti Marwah, Nirwa T

Sari


ABSTRAK

 

Desa Bahagia terletak di kecamatan Palolo, kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah. Masyarakat mayoritas bekerja sebagai petani. Berdasarkan hasil pengkajian asam urat merupakan penyakit terbanyak diakibatkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol dan pola makan serta kurangnya pengetahuan terkait penyakit asam urat dan penanganannya. Pisang adalah salah satu pangan lokal di desa bahagia yang memiliki kandungan gizi yaitu karbohidrat, protein dan serat yang bermanfaat untuk mengobati penyakit asam urat, hal ini menjadi rujuk utama sebagai bentuk alternatif pengobatan penyakit asam urat. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terkait penyakit asam urat dan pemanfaatan buah-bauhan. Menggunakan metode penyuluhan dan diskusi, evaluasi untuk menilai pengetahuan masyarakat melalui kuesioner pre-test dan post-test. Materi yang digunakan melalui media power point yang berisikan tentang penyakit asam urat. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan, terdapat perbedaan nilai dari sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan sebanyak 90%. Dari perbandingan hasil tersebut terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman Masyarakat mengenai materi yang diberikan. Selain itu dilakukan pembagian buah-buahan pisang. Hasil wawancara Masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan untuk memanfaatkan pisang sebagai alternatif pengobatan dan mulai memanfaatkan pisang untuk mengurangi asam urat. Adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit asam urat dan pemanfaatan pisang sebagai salah satu Upaya pencegahan asam urat.

 

Kata Kunci: Asam Urat, Pengetahuan, Penyuluhan.

 

 

ABSTRACT

 

Bahagia Village is located in Palolo sub-district, Sigi district, Central Sulawesi province. The majority of the community works as farmers. Based on the results of the study, gout is the most common disease caused by the habit of consuming alcohol and diet, as well as a lack of knowledge regarding gout and its treatment. Bananas are one of the local foods in the happy village that contain nutrients, namely carbohydrates, protein, and fiber, which are useful for treating gout. This is the main reference as an alternative form of gout treatment. To increase knowledge and awareness regarding gout and the use of fruits. Using counseling and discussion methods, an evaluation to assess community knowledge through pre-test and post-test questionnaires. The material used is through PowerPoint media containing gout. Based on the results of the pre-test and post-test given, there is a difference in value from before and after the counseling given as much as 90%. From the comparison of these results, there is an increase in community knowledge and understanding of the material given. In addition, bananas were distributed. The results of interviews with the community have increased knowledge of using bananas as an alternative treatment, and have begun to use bananas to reduce gout. There is an increase in public knowledge about gout and the use of bananas as an effort to prevent gout.

 

Keywords: Counseling, Gout, Knowledge.


Kata Kunci


Asam Urat, Buah-buahan, Pisang

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Aminah, E., Sari, D., & Putri, R. (2022). Efektivitas kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada penderita gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Pulosari Kabupaten Pandeglang Banten. Jurnal Keperawatan, 10(1), 1–7.

Amran, R., Yusuf, M., & Haris, A. (2024). Upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit asam urat di komunitas. Oshada: Jurnal Kesehatan, 1(2), 1–4. https://doi.org/10.62872/egzd2y53

Arsa, P. S. A., Dewi, N. K., & Mahendra, I. G. (2021). Profil karakteristik individu terhadap kejadian hiperurisemia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 10(1), 28–33. https://doi.org/10.33475/jikmh.v10i1.244

Choi, H. K., Atkinson, K., Karlson, E. W., Willett, W., & Curhan, G. (2019). Purine-rich foods, dairy and protein intake, and the risk of gout in men. New England Journal of Medicine, 380(11), 1093–1103.

Dalbeth, N., Merriman, T. R., & Stamp, L. K. (2016). Gout. The Lancet, 388(10055), 2039–2052.

Fitriana, L., & Wulandari, D. (2020). Hubungan pola makan dengan kadar asam urat pada lansia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(2), 102–109.

Jaliana, J., Bahar, H., & Bintara, A. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asam urat pada usia 20–44 tahun. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 3(2), 1–13.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kemenkes RI.

Kuo, C. F., Grainge, M. J., Zhang, W., & Doherty, M. (2017). Global epidemiology of gout: prevalence, incidence and risk factors. Nature Reviews Rheumatology, 13(11), 649–662.

Kurniawati, D., & Prasetyo, A. (2019). Edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit degeneratif. Jurnal Promosi Kesehatan, 7(1), 15–22.

Liu, R., Han, C., Wu, D., Xia, X., Gu, J., Guan, H., & Shan, Z. (2018). Prevalence of hyperuricemia and gout in mainland China. Scientific Reports, 8, 1–8.

Muttaqin, A. (2017). Asuhan keperawatan gangguan sistem muskuloskeletal. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Putri, N. A., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan konsumsi makanan tinggi purin dengan kadar asam urat. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(3), 150–157.

Ridhoputrie, M., Widyaningsih, E. N., & Nugroho, A. (2019). Hubungan pola makan dan gaya hidup dengan kadar asam urat pralansia dan lansia. Herb-Medicine Journal, 2(1), 43–50. https://doi.org/10.30595/hmj.v2i1.3481

Sholihah, F. M. (2018). Diagnosis and treatment gout arthritis. Majority, 7(2), 39–45.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2018). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Sukarmin. (2017). Asuhan keperawatan pada sistem muskuloskeletal. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suryani, E., & Wibowo, A. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang penyakit asam urat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 45–52.

Terkeltaub, R. (2018). Update on gout: New therapeutic strategies and options. Nature Reviews Rheumatology, 14(1), 30–38.

World Health Organization. (2020). Guidelines on healthy diet and prevention of non-communicable diseases. Geneva: WHO.

Widodo, A., & Handayani, S. (2019). Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perubahan perilaku hidup sehat masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 14(1), 50–56.

Yatim, F. (2017). Penyakit tulang dan sendi. Jakarta: Pustaka Populer Obor.

Zhang, Y., & Jordan, J. M. (2017). Epidemiology of gout. Rheumatic Disease Clinics of North America, 43(2), 255–266.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i4.17739

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.