Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal untuk Pemberian Makan Tambahan (PMT) Pemulihan bagi Anak Stunting
Sari
ABSTRAK
Angka stunting di Indonesia terus menunjukkan penurunan signifikan, dari 27,7% pada tahun 2019 menjadi 19,8% pada tahun 2024, namun masih terdapat kesenjangan antarwilayah dengan prevalensi tinggi di beberapa provinsi. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan orang tua serta kader posyandu dalam pemenuhan gizi anak, khususnya dalam pengolahan bahan pangan lokal untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga. Melalui optimalisasi potensi pangan lokal yang melimpah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan di Indonesia. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua serta kader posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi PMT pemulihan bagi anak stunting serta mendukung pemenuhan gizi balita secara mandiri dan berkelanjutan, serta berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stuntingdi tingkat keluarga dan masyarakat. Kegiatan dalam bentuk pelatihan, pendampingan dan lomba kreasi cipta menu bahan pangan lokal untuk anak stunting. Hasil: kegiatan pelatihan dan pendampingan pemberian PMT 90 hari menunjukkan hasil 4 balita berat badan normal, 2 balita berisiko gizi lebih dan 2 balita dengan gizi kurang. 1 Balita dengan penyakit infeksi telah dilakukan rujukan ke RS. Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan bahan pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian orang tua serta kader dalam pembuatan PMT bergizi seimbang bagi anak stunting. Kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap perbaikan status gizi anak dan percepatan penurunan angka stunting di masyarakat.
Kata Kunci: Pelatihan, Pendampingan, Kader, Orangtua, PMT, Bahan Pangan Lokal, Stunting.
ABSTRACT
The stunting rate in Indonesia continues to show a significant decline, from 27.7% in 2019 to 19.8% in 2024. However, disparities remain between regions, with high prevalence in several provinces. One contributing factor is the low knowledge and skills of parents and integrated health post (Posyandu) cadres in meeting children's nutritional needs, particularly in processing local food ingredients for supplementary feeding (PMT). Training and mentoring in the use of local food ingredients is an effective strategy to improve these skills while encouraging family food self-sufficiency. By optimizing the abundant potential of local food, this activity is expected to strengthen the role of communities in sustainable stunting prevention and management efforts in Indonesia. Increasing the knowledge and skills of parents and integrated health post (posyandu) cadres in processing local food ingredients into recovery PMT for stunted children and supporting the fulfillment of toddler nutrition independently and sustainably, as well as contributing to reducing the prevalence of stunting at the family and community level. Activities in the form of training, mentoring and competitions to create local food menus for stunted children. 90-day PMT training and mentoring activities showed results for 4 toddlers with normal weight, 2 toddlers at risk of overnutrition, and 2 toddlers with malnutrition. One toddler with an infectious disease was referred to the hospital. Training and mentoring on the use of local food ingredients effectively increases the knowledge, skills, and independence of parents and cadres in preparing nutritionally balanced PMT for stunted children. This activity significantly contributes to improving children's nutritional status and accelerating the reduction of stunting rates in the community.
Keywords: Training, Mentoring, Cadres, Parents, PMT, Local Food Ingredients, Stunting.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Afidah, N., & Mardiana, M. (2021). Potensi Nagasari Formulasi Tepung Jagung dan Tepung Kacang Hijau sebagai Kudapan PMT-P Balita Stunting. Sport and Nutrition Journal, 3(2), 39–50.
Canton, H. (2021). Food and agriculture organization of the United Nations—FAO. In The Europa directory of international organizations 2021 (pp. 297–305). Routledge.
Darubekti, N. (2021). Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan bagi balita gizi buruk. Prosiding Penelitian Pendidikan Dan Pengabdian 2021, 1(1), 639–644.
Hadju, V. A., Aulia, U., & Mahdang, P. A. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) lokal terhadap perubahan status gizi balita. Gema Wiralodra, 14(1), 105–111.
Husnul, N., Setiyono, A., & Annasr, N. N. (2023). Pendidikan dan pelatihan pembuatan makanan tambahan pada ibu balita dan kader menuju masyarakat sadar stunting di Kota Tasikmalaya. Jurnal Abdimas Kedokteran Dan Kesehatan, 1(1), 27–33.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Balita dan Ibu Hamil (Balita - Ibu Hamil - Anak Sekolah). In Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Vol. 6, Issue August). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/20230516_Juknis_Tatalaksana_Gizi_V18.pdf
Kementrian Kesehatan RI. (2025). Potret Stunting di Indonesia. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-stunting-di-indonesia/
Muchtar, F. (2024). Pelatihan Pembuatan Kudapan Bolu Kukus Bayam Sebagai Makanan Tambahan Balita Pada Kader Posyandu Waraswanawati di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Indonesia Berdaya, 5(2), 593–602.
Nita, M. H. D. N. D., Sine, J., Pantaleon, M. G., & Nenotek, K. R. (2022). Pemberdayaan kader melalui teknologi pengolahan ikan sebagai sumber protein hewani dalam mencegah stunting pada balita di daerah terpencil di pulau semau kabupaten kupang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 3(2), 44–49.
Oyeyinka, A. T., & Oyeyinka, S. A. (2018). Moringa oleifera as a food fortificant: Recent trends and prospects. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 17(2), 127–136.
Pingge, Y. A. U., Mirasa, Y. A., & Winarti, E. (2023). Pemberian PMT Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal pada Balita Stunting:: Studi Kasus di Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT. Sci-Tech Journal (STJ), 2(2), 245–251.
Rismawati, S., Nafsah, L. A., & Putri, D. H. (2024). Pelatihan Pengelolaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal pada Kader di Wilayah Kerja Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya. Jurnal Abdimas Indonesia, 4(2), 460–465.
Salman, Y., Khadijah, S., & Suryani, N. (2019). Analisis Kandungan Zat Gizi Makro Biskuit Dengan Formulasi Tepung Ikan Lele Dan Tepung Kedelai Dalam Upaya Mencegah Stunting. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(1), 17–22.
Suksesty, C. E., Hikmah, H., & Afrilia, E. M. (2020). Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan Menggunakan Kombinasi Jus Kacang Hijau Dan Telur Ayam Rebus Terhadap Perubahan Status Gizi Stunting Di Kabupaten Pandeglang. IMJ (Indonesian Midwifery Journal), 3(2).
UNDP. (2009). Capacity development: A UNDP primer. United Nations Development Programme.
Widyastuti, R., Boa, G. F., Dafroyati, Y., Belarminus, P., Bata, V. A., Saghu, M. M. P., & Riti, D. N. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mencegah Stunting Melalui 3P (Penyuluhan Kesehatan, Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal dan Pijat Bayi). Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 7(2), 752–763.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i1.23350
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





