Psikoedukasi dan Pemberdayaan Caregiver Rumah Singgah Dompet Dhuafa Malang
Sari
ABSTRAK
Pendamping pasien kanker (caregiver) memiliki peran penting dalam mendukung proses perawatan, namun beban fisik, emosional, sosial, serta kurangnya aktivitas positif sering menurunkan kualitas hidup dan kesehatan mental mereka. Kondisi ini juga terlihat pada caregiver di Rumah Singgah Dompet Dhuafa Malang yang mengalami kelelahan, kecemasan, dan tidak memiliki pengetahuan memadai dalam merawat pasien. Meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup caregiver melalui program psikoedukasi dan pemberdayaan. Metode pelaksanaan mencakup analisis situasi, penyusunan materi, empat sesi psikoedukasi (pengkajian masalah, pelatihan perawatan pasien, manajemen stres, dan komunikasi asertif), serta pemberdayaan melalui pelatihan penanaman sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan caregiver, kemampuan merawat pasien kanker, keterampilan mengelola stres, serta terbentuknya aktivitas produktif yang membantu stabilitas emosional. Kesimpulan dari program ini adalah psikoedukasi dan pemberdayaan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup caregiver. Diarahkan pada keberlanjutan program, peningkatan dukungan psikososial, dan monitoring berkala untuk memastikan peningkatan kesehatan mental caregiver.
Kata Kunci: Psikoedukasi Caregiver, Pemberdayaan, Kesehatan Mental, Kualitas Hidup.
ABSTRACT
Caregivers play an essential role in assisting cancer patients, yet physical, emotional, and social burdens often reduce their quality of life and mental well-being. Similar conditions were found among caregivers at the Dompet Dhuafa Shelter House in Malang, who frequently experience fatigue, anxiety, and limited knowledge in providing care. This program aimed to improve caregivers’ mental health and quality of life through psychoeducation and empowerment activities. The program included situation analysis, material preparation, and four psychoeducation sessions covering problem identification, caregiving skills, stress management, and assertive communication, followed by empowerment activities through vegetable planting training. The findings revealed improvements in caregivers’ knowledge, caregiving abilities, stress management skills, and engagement in productive activities that contributed to emotional stability. Psychoeducation and empowerment were effective in enhancing caregivers’ psychological well-being and quality of life.
Keywords: Psychoeducation, Caregiver, Empowerment, Mental Health, Quality of Life
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Ariesti, E., Ratnawati, R., & Lestari, R. (2018). Phenomenology study: Caregiver experience in nursing elderly with self-care deficit at Panti Werdha Panti Pangesti Lawang. Journal of Nursing Science Update, 6(1), 29–42. https://doi.org/10.21776/ub.jik.2018.006.01.4
Rahmatiah, K., Kadar, K., & Erika, K. A. (2018). Tingkat keterlibatan dan kualitas hidup family caregivers dalam merawat pasien kanker di RSUD Wahidin Sudirohusodo Makassar. Nurscope: Jurnal Keperawatan Pemikiran Ilmiah, 4(5), 94–99. https://doi.org/10.30659/nurscope.4.2.94-99
Riset Kesehatan Dasar. (2018). Laporan nasional RISKESDAS 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
World Health Organization. (2020). Global cancer observatory: Breast cancer fact sheet. International Agency for Research on Cancer. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/cancers/20-Breast-fact-sheet.pdf.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i4.23653
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





