Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Neuropati Kaki Diabetes melalui Edukasi dan Keterampilan Pemeriksaan Sederhana di RT 06 RW 06 Kelurahan Cempaka Putih Barat Jakarta Pusat
Sari
ABSTRAK
Penderita diabetes melitus memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi neuropati kaki yang dapat menyebabkan ulkus hingga amputasi jika tidak dideteksi secara dini. Kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pemantauan kesehatan masyarakat, namun seringkali masih menghadapi keterbatasan dalam pengetahuan teknis dan keterampilan deteksi dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam deteksi dini neuropati kaki diabetes melalui edukasi dan keterampilan pemeriksaan sederhana di RT 06 RW 06 Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan penyuluhan kesehatan dan simulasi pemeriksaan fisik kaki. Pasca kegiatan ini, diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader yang signifikan terkait deteksi dini dan manajemen penyakit. Kegiatan pengabdian ini penting dijalankan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mencegah komplikasi diabetes sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kesimpulannya, pemberian edukasi teknis dan pelatihan keterampilan efektif mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam melakukan manajemen dan deteksi dini neuropati kaki penderita diabetes.
Kata Kunci: Kader Kesehatan, Diabetes Melitus, Neuropati Kaki, Deteksi Dini, Edukasi.
ABSTRACT
Diabetes mellitus patients are at high risk of developing diabetic foot neuropathy complications, which can lead to ulcers and even amputation if not detected early. Health volunteers (kader kesehatan) have a strategic role as the front line in community health monitoring, yet they often face limitations in technical knowledge and skills for early detection. This community service activity aims to optimize the role of health volunteers in the early detection of diabetic foot neuropathy through education and simple examination skills in RT 06 RW 06, Cempaka Putih Barat, Central Jakarta. The activity was conducted through several stages, including health education and simulation of physical foot examination. Following the activity, there was a significant increase in the knowledge and skills of the volunteers regarding early detection and management. This community service is essential to enhance the volunteers' ability to prevent diabetic complications and improve the community's quality of life. In conclusion, providing technical education and skills training effectively optimizes the role of health volunteers in managing and detecting diabetic foot neuropathy.
Keywords: Health Volunteers, Diabetes Mellitus, Foot Neuropathy, Early Detection, Education.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
ADA (American Diabetes Association). (2024). Standards of care in diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Supplement_1), S1–S321.
Adenis, S. R., & Rahmadiyah, D. C. (2021). Peran kader kesehatan dalam skrining dini diabetes melitus di masyarakat. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 112–120.
Boulton, A. J. M. (2020). The diabetic foot. Medicine, 48(2), 110–113.
Bus, S. A., Lavery, L. A., Monteiro-Soares, M., Rasmussen, A., Raspovic, A., Sacco, I. C., & van Netten, J. J. (2020). IWGDF guideline on the prevention of foot ulcers in persons with diabetes. Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 36(S1), e3269.
Decroli, E. (2019). Diabetes Melitus Tipe 2. Pusat Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unand.
Feldman, E. L., Callaghan, B. C., Litchy, W. J., & Zochodne, D. W. (2019). Diabetic neuropathy. Nature Reviews Disease Primers, 5(1), 1–20.
International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). IDF.
Koehn, M. L., & Lehman, K. (2018). Nurses' perceptions of evidence-based nursing practice. Journal of Advanced Nursing, 62(2), 209–215.
Kurnia, A. D., & Rohman, M. S. (2022). Pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini risiko diabetes melitus di tingkat desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 8(2), 145–152.
Lavery, L. A., & Armstrong, D. G. (2021). Diabetic foot monitoring and new technologies. The Lancet Diabetes & Endocrinology, 9(3), 133–134.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Pearcey, P. A. (2018). Achieving research-based nursing practice. Journal of Advanced Nursing, 22(1), 33–39.
Perkeni. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PB Perkeni.
Pravikoff, D., Tanner, A. B., & Pierce, S. T. (2015). Readiness of US nurses for evidence-based practice. American Journal of Nursing, 105(9), 40–51.
Rahayu. (2021). Analisis kesiapan perawat dalam impelementasi Evidence-Based Practice (EBP) di RSUD Sawerigading Kota Palopo. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 19(1).
Rivandi, J., & Yonata, A. (2015). Hubungan diabetes melitus dengan kejadian gagal ginjal kronik. Majority, 4(9).
Roza, R. L., & Afriant, R. (2020). Faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus. Jurnal Kesehatan Andalas, 9(1), 1–7.
Sari, Y., & Purnawan, I. (2021). Efektivitas pelatihan pemeriksaan monofilamen pada kader untuk deteksi dini risiko ulkus kaki diabetik. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 16(2), 201–210.
Siswandi, I., Natahsia, D., Agung, R. N., & Ibrahim, I. (2025). Program peningkatan kemampuan pasien GGK dengan komorbid DM terhadap manajemen penyakit di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(8), 3885–3893. https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i8.20689
Sloan, G., Selvarajah, D., & Tesfaye, S. (2021). Recent advances in understanding and managing diabetic neuropathy. Current Diabetes Reports, 21(2), 1–12.
Song, M., Emilsson, L., Bozorg, S. R., Nguyen, L. H., Joshi, A. D., Staller, K., et al. (2020). HHS Public Access. Lancet Gastroenterol Hepatol, 5(6), 537–547.
Subekti, I., & Suastika, K. (2021). Kaki Diabetes: Patofisiologi dan Penanganan. FKUI Press.
Suprapti, F. (2020). Factor related to practice, attitude and skill of nurses to evidence based practice in the hospital. Advances in Health Sciences Research, 30.
Tesfaye, S., & Selvarajah, D. (2022). Advances in the epidemiology, pathogenesis and management of diabetic peripheral neuropathy. Diabetes Care, 45(7), 1501–1514.
Widiyanto, B., & Yundari, A. D. (2023). Pelatihan perawatan kaki bagi kader kesehatan sebagai upaya pencegahan komplikasi diabetes. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 89–98.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i3.24518
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





