Penguatan Soft Power Indonesia di Korea Selatan Melalui Aktivitas Fisik Tradisional dan Gastrodiplomasi dalam Kerangka Asta Cita
Sari
ABSTRAK
Diplomasi budaya adalah cara menjalin dan menguatkan hubungan antar negara. Diplomasi budaya antara Indonesia dan Korea Selatan telah dilakukan dengan mendemonstrasikan seni budaya khas Indonesia seperti makanan, wayang dan batik. Namun permasalahan yang ditemukan ketika melakukan observasi serta FGD diketahui bahwa belum ada pengenalan budaya Indonesia kepada siswa sekolah melalui praktik secara langsung. Hal ini dapat mengurangi nilai filosofi dari kebudayaan yang diperkenalkan. Oleh karena itu upaya yang akan dilakukan dalam pengabdian ini adalah mengajak siswa sekolah dasar di Korea Selatan untuk mengenal dan. Hal ini juga sesuai dengan SDGs nomor 3 dan 17 yakni kehidupan sehat dan sejahtera melalui kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan mempraktekkan budaya Indonesia melalui aktivitas permainan tradisional Indonesia, membuat dawet dan ketupat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, praktik dan edukasi dari kegiatan yang dilakukan. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para siswa dari Kosan Elementary Schooldan Geumgu Elementary and Middle School yang berada di Korea Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa merasa antusias dan senang serta mayoritas memilih aktivitas fisik kuda lumping. Pengabdian ini juga diharapkan mampu menjadi alternatif pengenalan budaya Indonesia secara dini kepada masyarakat internasional. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah adanya sambutan positif dari mitra berkaitan dengan pengenalan kebudayaan tradisional Indonesia berupa kuda lumping, ketupat dan dawet.
Kata Kunci: Anak Sekolah, Aktivitas Fisik, Gastrodiplomasi, Kuda Lumping, Sdgs No 3, Sdgs No.17.
ABSTRACT
Cultural diplomacy is a means of establishing and strengthening relations between countries. Cultural diplomacy between Indonesia and South Korea has been carried out by demonstrating typical Indonesian cultural arts such as food, wayang (puppetry), and batik. However, problems identified during observations and FGDs revealed that no Indonesian culture has been introduced to school students through direct practice. This can diminish the philosophical value of the culture being demonstrated. Therefore, efforts will be made in this community service to invite elementary school students in South Korea to learn about and. This is also in line with SDGs numbers 3 and 17, namely a healthy and prosperous life through partnerships to achieve goals. This community service activity aims to foster socialization and practice Indonesian culture through activities such as traditional Indonesian games, making dawet (a traditional Indonesian dish), and making ketupat (rice cakes). The method for implementing the community service activity involves socialization, practice, and education through the activities carried out. The community service partners are students from Kosan Elementary School and Geumgu Elementary and Middle School in South Korea. The results of the activity showed that the students were enthusiastic and enjoyed themselves, and that the majority chose the horse dance as their physical activity. This community service is also expected to serve as an alternative to the early introduction of Indonesian culture to the international community. The conclusion of this community service activity was a positive response from partners to the introduction of traditional Indonesian culture through kuda lumping, ketupat, and dawet.
Keywords: School Children, Physical Activity, Gastrodiplomacy, Kuda Lumping, Sdgs No.3, Sdgs No. 17.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download Artikel.Referensi
Afifah, T., & Estria, S. R. (2025). Pengaruh Permainan Tradisional Ular Naga terhadap Sense of Belonging pada Anak Panti Asuhan. Manuju: Malahayati Nursing Journal, 7(2), 549–558.
Alfisyah, A., Shaputri, N. J. Z., Widadari, R. C., & Lestari, M. (2026). Analisis Makna Lebaran Ketupat di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. HANA: Humanities and Academic Narratives in Education, 1(2), 62–71. https://doi.org/10.63203/hana.v1i2.495
Alhumami, A. (2025). Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan untuk Mewujudkan SDM Unggul yang Produktif. Bappenas Working Papers, VIII(3), 537–550.
Bakare, A. H., Adeola, A. A., Otesile, I., Obadina, A. O., Afolabi, W. A., Adegunwa, M. O., Akerele, R. A., Bamgbose, O. O., & Alamu, E. O. (2020). Nutritional, Texture, and Sensory Properties of composite biscuits produced from breadfruit and wheat flours enriched with edible fish meal. Food Science and Nutrition, 8(11), 6226–6246. https://doi.org/10.1002/fsn3.1919
Bakhri, S., Buchori, & Mauladani, A. (2025). Literasi Digital Guru di Era Digital: Dampak Kepemimpinan Melayani dan Budaya Organisasi Adaptif terhadap Penguatan SDM. Jurnal Manajemen Terapan Dan Keuangan (Mankeu), 14(03), 1390–1401.
Cohen, J. F. W., Hecht, A. A., Hager, E. R., Turner, L., Burkholder, K., & Schwartz, M. B. (2021). Strategies to improve school meal consumption: A systematic review. Nutrients, 13(10), 1–51. https://doi.org/10.3390/nu13103520
Concetta, C. (2024). Gastrodiplomasi Indonesia melalui Wonderful Indonesia di Australia. Universitas Katolik Parahyangan.
Dziewiecka, H., Buttar, H. S., Kasperska, A., Ostapiuk–Karolczuk, J., Domagalska, M., Cichoń, J., & Skarpańska-Stejnborn, A. (2022). Physical activity induced alterations of gut microbiota in humans: a systematic review. BMC Sports Science, Medicine and Rehabilitation, 14(1), 1–22. https://doi.org/10.1186/s13102-022-00513-2
Fatmafitri, D., Amara, F. V., & Masjid, A. Al. (2021). Dawet Ayu sebagai Icon Kota Banjarnegara. Dinamika Sosial Budaya, 23(2), 333–337. http://journals.usm.ac.id/index.php/jdsb
Hartono, A. C. (2025). Diplomasi Ekonomi dan Pengaruh Indonesia Secara Global. Bappenas Working Papers, VIII(1), 1–22. https://doi.org/10.47266/bwp.v8i1.393
Karo, A. M. P. B., Gukguk, D. M. R., Aprija, D., Siburian, Y., & Khairi, N. (2024). Kajian Kuda Lumping sebagai Identitas Budaya Jawa: Menuju Pengakuan Internasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 8(2), 124–133.
Maghfiroh, A., & Nurhayati. (2023). Makna Kultural Kepercayaan Masyarakat Jawa terhadap Ketupat di Momen Lebaran : Kajian Antropologi Linguistik. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 14(2), 216–228.
Martauli, S. (2015). Peran Diplomasi sebagai Cara Meningkatkan Pengakuan Internasional terhadap Posisi suatu Negara dalam Mengimplementasikan Kebijakan Politik Luar Negeri (Studi kasus di Indonesia ). Jurnal Good Governance, 11(1), 63–80.
Nurrahmawati, S. (2025). Makna Filosofis Kesenian Kuda Lumping Masyarakat Desa Lamunti Kapuas: Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin.
Pérez-prieto, I., Plaza-florido, A., Ubago-guisado, E., Ortega, F. B., & Altmae, S. (2024). Physical Activity, Sedentary Behavior and Microbiome: A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Science and Medicine in Sport, 27(11), 793–804. https://doi.org/10.1016/j.jsams.2024.07.003
Pujayanti, A. (2017). GASTRODIPLOMASI – Upaya Memperkuat Diplomasi Indonesia. Politica, 9(1), 38–56.
Putri, N. M., Triastanti, R. K., & Naufalina, M. D. (2024). Formulasi Minuman Fungsional Dawet Kaya Protein Berbasis Kacang Hijau dengan Suplementasi Limbah Ampas Tahu (Okara). Insologi: Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(1), 90–97. https://doi.org/10.55123/insologi.v3i1.3165
Saraswati, A., Safitri, T. N., Shafirah, F. A. A., Fiamanilla, A., & Habibah, S. M. (2025). Peran Gastrodiplomasi dalam Memperkenalkan Identitas Nasional melalui Indonesia Spice up The World. Jurnal Budaya Nusantara, 8(1), 49–58.
Shah, S., Mu, C., Moossavi, S., Tu, G. S.-, Schlicht, K., Rohmann, N., Geisler, C., Laudes, M., Franke, A., Züllig, T., Köfeler, H., & Shearer, J. (2023). Physical Activity‐induced Alterations of the Gut Microbiota are BMI Dependent. The FASEB Journal, 37(e22882), 1–15. https://doi.org/10.1096/fj.202201571R
Shahar, R. T., Koren, O., Matarasso, S., Shochat, T., Magzal, F., & Agmon, M. (2020). Attributes of Physical Activity and Gut Microbiome in Adults: A Systematic Review. Int J Sports Med, 1–14. https://doi.org/10.1055/a-1157-9257
Sriyana, & Suprapti, W. (2024). Makna Simbolik dan Kultural Tradisi Lebaran Ketupat bagi Masyarakat Jawa. Jurnal Sociopolitico, 6(2), 120–132.
Sumanto, E. (2022). Filosifis dalam Acara Kuda Lumping. Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA), 5(1), 42–49. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/kaganga.v5i1.3758
Widodo, B. S., Swarizona, S., Purba, I. P. M. H., Wahyuni, J., & Rahmawati, D. (2025). Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Melalui Implementasi Nilai Asta Cita Berbasis Kearifan Lokal Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Indonesia Bergerak: Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat, 3(4), 83–93. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/inber.v3i4.1145
Wiratama, N. A., Fatimah, I. D., & Dwidarti, F. (2025). Budaya Luhur Kupatan Makna dan Nilai dalam Pembelajaran Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Tunas Pendidikan, 7(2), 406–415.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i6.25953
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





