Optimalisasi Grandparent Caregivers dan Kader Posyandu dalam Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay Berbasis Culture Care di Kelurahan Abianbase
Sari
ABSTRAK
Stunting dan speech delay merupakan masalah tumbuh kembang yang masih sering ditemukan pada balita di Indonesia. Peran keluarga, khususnya kakek dan nenek sebagai pengasuh utama, sangat mempengaruhi status gizi dan perkembangan bahasa anak. Pendekatan berbasis budaya (culture care) diperlukan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta kakek-nenek dalam pencegahan Stunting dan speech delay melalui program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech Delay. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Abianbase, Kabupaten Gianyar dengan partisipan 30 kakek-nenek dan 15 kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, demonstrasi stimulasi perkembangan bahasa, pelatihan pemantauan pertumbuhan balita, pendampingan kader, serta penyusunan media edukasi berbasis budaya lokal Bali. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 62,4 menjadi 87,6. Keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini Stunting dan speech delay juga mengalami peningkatan. Program Gerakan Antisipasi Stunting dan Speech delay berbasis Culture Care mampu meningkatkan kapasitas kader dan keluarga dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan optimal balita. Program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kata Kunci: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Balita.
ABSTRACT
Stunting and speech delay remain significant child growth and development problems in Indonesia. The role of families, particularly grandparents as primary caregivers, greatly influences children's nutritional status and language development. A culture care-based approach is needed to improve community acceptance of health programs. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of health cadres, parents, and grandparents in preventing Stunting and speech delay through the "GAS PEDAS" (Movement for Anticipating Stunting and Speech Delay) program. The program was conducted in Abianbase Village, Gianyar Regency, 30 grandparents and 15 health cadres. Methods included health education, language stimulation demonstrations, growth monitoring training, cadre mentoring, and the development of culturally based educational media. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants' average knowledge scores from 62.4 to 87.6. Cadres' skills in early detection of Stunting and speech delay also improved. The Culture Care-based Stunting and Speech Delay Anticipation Movement Program is able to increase the capacity of cadres and families in supporting the growth and optimal development of toddlers. This program is recommended to be implemented continuously through collaboration between health workers, village government, and the community.
Keywords: Stunting, Speech Delay, Culture Care, Toddler.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Adistie, F., Lumbantobing, V. B. M., & Maryam, N. N. A. (2018). Pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini stunting dan stimulasi tumbuh kembang pada balita. Media Karya Kesehatan, 1(2).
Angraeni, R., Irawan, B., & Maulana, A. (2024). Faktor dan cara mengatasi speech delay terhadap pemerolehan bahasa anak. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(1), 773–779.
Djaiman, S. P. H., Rachmalina, R., & Raswanti, I. (2020). Pola Pengasuhan Pada Anak De ngan Hambatan Perkembangan Parenting Style Among Children With Developmental Delay. Buletin Penelitian Kesehatan, 48(1), 11–18.
Etikawati, A. I., Siregar, J. R., Widjaja, H., & Jatnika, R. (2019). Mengembangkan konsep dan pengukuran pengasuhan dalam perspektif kontekstual budaya. Buletin Psikologi, 27(1), 1–14.
Fadilah, N., & Ariantini, N. (2025). Cegah Stunting Dan Speech Delay Anak Dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 6(2), 187–199.
Fauzia, W., Meiliawati, F., & Ramanda, P. (2020). Mengenali dan menangani speech delay pada anak. Al-Shifa Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 1(2), 102–110.
Isyti’aroh, I., Aktifah, N., Rofiqoh, S., Nurseptiani, D., Islamudin, M., & Fadhilah, N. I. (2024). Efektifitas Pendampingan Keluarga Untuk Menurunkan Angka Stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 20(1), 17–24.
Johan, A., & Daeli, W. (2023). Perbedaan Kemandirian Anak Ditinjau dari Pola Pengasuhan Orang Tua dengan Kakek Nenek pada Anak Usia Dini 3 Sampai 6 Tahun. Journal of Nursing Education and Practice, 3(2), 36–43.
Kulsum, D. U., Shalsabila, S., & Hastuti, D. (2023). Relationship Between Stunting Incidents and Speech Delay in Toddlers at Posyandu X Cimahi: Hubungan Antara Kejadian Stunting dan Keterlambatan Bicara pada Balita di Posyandu X Cimahi. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 13(01), 14–20.
Marlenywati, M., & Sinaga, T. (2025). Refreshing pelatihan kader dalam upaya pencegahan stunting di Desa Limbung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(1), 342–347.
Mbaloto, F. R., Mua, E. L., Sekeon, R. A., & Emilia, N. L. (2025). Cegah Stunting dengan Deteksi Dini Tumbang. Jurnal Abdidas, 6(6), 812–816.
Modjo, D., & Retni, A. (2023). Efektifitas Pelatihan Skrining Stunting terhadap Kemampuan Deteksi Dini Orang Tua pada Anak Usia 1-3 Tahun di RSIA Siti Khadijah Kota Gorontalo. Health Information: Jurnal Penelitian, 15(2), e1082–e1082.
Prakoso, A. D., Setianingsih, L. E., & Suyatna, Y. (2026). Peningkatan Pengetahuan, Sikap Dan Keterampilan Ibu Balita Melalui Edukasi Screening Speech Delay Dan Late Talker. Jurnal Medika Mengabdi, 2(2), 76–84.
Prasetyo, Y. B., Hargono, R., & Anis, J. (2025). Pengasuhan Tepat Untuk Anak Sulit Makan: Strategi Keluarga Mencegah Stunting Dan Membangun Generasi Sehat. UMMPress.
Purwaningtyas, R. A., Arief, Y. S., & Utami, S. (2020). Gambaran parent-grandparent co-parenting relationship pada Kakek-Nenek yang Mengasuh Balita. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 11(3), 327–330.
Sambo, M., & Ganut, F. (2026). Pemberdayaan Keluarga Melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Budaya Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Kelurahan Je’netaesa Maros. Jurnal Pengabdian Meambo, 5(1), 224–229.
Simbolon, D., Soi, B., & Ludji, I. D. R. (2021). Peningkatan kemampuan kader kesehatan dalam deteksi stunting pada anak usia 6-24 bulan melalui pelatihan penggunaan meteran deteksi risiko stunting. Media Karya Kesehatan, 4(2).
Siswati, H. (2021). Keselarasan Kesehatan dan Budaya dalam Mencegah Stunting. Jurnal Pusdiklat Kesos, 9(17), 16–28.
Sriani, S. (2020). Hubungan Kejadian Stunting Dengan Speech Delay Pada Balita Usia 24-60 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Bontobangun. Jurnal Kesehatan Panrita Husada.
Sutanto, A. V., Hanandita, V., Aprilia, A., & Azzahra, M. (2024). Systematic Literature Review Language Development In Children With Stunting. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 5988–5996.
Yurissetiowati, Y. (2025). Pengaruh Pemberdayaan Keluarga terhadap Kemampuan Deteksi Dini Stunting. Journal of Medical Practice and Research, 1(2), 40–50.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i7.26434
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





