GEN-SEHAT: Pelatihan Kesehatan Reproduksi, Pencegahan Penyakit Kronik, dan Bantuan Hidup Dasar untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Remaja Vokasi di SMK Bina Husada Mandiri Bekasi
Sari
ABSTRAK
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk rendahnya literasi kesehatan reproduksi, meningkatnya faktor risiko penyakit kronik, serta kurangnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan yang tepat dapat meningkatkan risiko perilaku tidak sehat dan menurunkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang komprehensif untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit kronik, dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui program GEN-SEHAT. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan simulasi kepada siswa SMK Bina Husada Mandiri Bekasi. Program terdiri atas tiga sesi utama, yaitu edukasi kesehatan reproduksi, edukasi penyakit kronik, dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta setelah intervensi. Sebanyak 228 siswa mengikuti kegiatan dan mengisi pre-test, sedangkan 161 siswa menyelesaikan pre-test dan post-test secara lengkap. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh domain yang diberikan. Pengetahuan kesehatan reproduksi meningkat dari 6,14 ± 2,10 menjadi 7,58 ± 1,94 (p < 0,001), pengetahuan penyakit kronik meningkat dari 6,21 ± 2,34 menjadi 7,81 ± 2,33 (p < 0,001), dan pengetahuan Bantuan Hidup Dasar meningkat dari 7,84 ± 2,18 menjadi 9,07 ± 1,60 (p < 0,001). Secara keseluruhan, skor pengetahuan total meningkat secara signifikan dari 20,19 ± 5,58 menjadi 24,46 ± 4,92 (t = 11,38; p < 0,001). Program GEN-SEHAT efektif meningkatkan literasi kesehatan remaja pada aspek kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit kronik, dan Bantuan Hidup Dasar. Program ini dapat dijadikan model promosi kesehatan berbasis sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan remaja menghadapi berbagai masalah kesehatan.
Kata Kunci: Remaja, Bantuan Hidup Dasar, Kesehatan Reproduksi, Penyakit Kronik, Promosi Kesehatan.
ABSTRACT
Adolescents are vulnerable to various health problems, including limited reproductive health literacy, increasing risk factors for chronic diseases, and inadequate emergency preparedness. Limited access to accurate health information may increase unhealthy behaviors and reduce adolescents' ability to make informed health decisions. Therefore, comprehensive health education programs are needed to improve adolescent health literacy. This community service program aimed to improve students’ knowledge regarding reproductive health, chronic disease prevention, and Basic Life Support (BLS) through the GEN-SEHAT program. The program employed health education, training, demonstrations, and simulations involving students from SMK Bina Husada Mandiri Bekasi. The intervention consisted of reproductive health education, chronic disease prevention education, and Basic Life Support training. Knowledge improvement was evaluated using a pre-test and post-test design. A total of 228 students participated in the program and completed the pretest, while 161 students completed both the pretest and posttest assessments. Significant improvements were observed in all educational domains. Reproductive health knowledge increased from 6.14 ± 2.10 to 7.58 ± 1.94 (p < 0.001), chronic disease knowledge increased from 6.21 ± 2.34 to 7.81 ± 2.33 (p < 0.001), and Basic Life Support knowledge increased from 7.84 ± 2.18 to 9.07 ± 1.60 (p < 0.001). Overall knowledge scores significantly improved from 20.19 ± 5.58 to 24.46 ± 4.92 (t = 11.38, p < 0.001). The GEN-SEHAT program effectively improved adolescent health literacy regarding reproductive health, chronic disease prevention, and Basic Life Support. This program may serve as a school-based health promotion model to improve adolescents’ health knowledge and emergency preparedness.
Keywords: Adolescents, Basic Life Support, Chronic Disease, Health Promotion, Reproductive Health.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download Artikel.Referensi
Abd Hady, J., Hariani, H., Nur, M., Arifin, S., & Wahyuni, S. (2025). Meningkatkan Kesiapsiagaan Keluarga Melalui Sosialisasi Dan Simulasi Penanganan Gawat Darurat Anak Di Lingkungan Keluarga Di Kota Makassar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka, 4(6), 809–821.
Ayuni, I. D., Islami, D., Jannah, M., & Putri, A. (2022). Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Bahaya Kehamilan Pada Usia Remaja. Indonesian Journal Of Midwifery Sciences, 1(2), 47–52.
Auld, M. E., Allen, M. P., Hampton, C., Montes, J. H., Sherry, C., Mickalide, A. D., ... & Parson, K. (2020). Health Literacy And Health Education In Schools: Collaboration For Action. Nam Perspectives, 2020, 10-31478.
Dai, X., Dai, M., Liang, Y., Wang, H., Chen, X., Zhang, Y., & Li, J. (2025). Global Burden And Trends Of Oral Disorders Among Adolescent And Young Adult (10–24 Years Old) From 1990 To 2021. Bmc Oral Health, 25(1), 486.
Hidayat, U. S. (2021). Urgensi Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Menyiapkan Generasi Emas 2045. Nusa Putra Press.
Kas, S. R., & Istiqamah, N. F. (2023). Tingkat Pengetahuan Terhadap Pubertas Pada Perubahan Fisik Remaja Putri. Jurnal Keolahragaan Juara, 3(1), 19–25.
Khanal, S. P., Budhathoki, C. B., & Okan, O. (2025). Effectiveness Of A School-Based Health Literacy Intervention In Improving Adolescent Health Literacy And The Intention To Take Health-Promoting Actions. Bmc Public Health, 25(1), 3551.
Khairina, I., Susmiati, S., Nelwati, N., & Rahman, D. (2022). Literasi Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Kesehatan Remaja. Japi (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia), 7(1), 1-8.
Nutbeam, D. (2008). The Evolving Concept Of Health Literacy. Social Science & Medicine, 67(12), 2072–2078.
Pongtambing, Y. S., Ristiana, E., Inayah, F., Astisyah, A. D., & Siddiq, M. (2025). Pkm Hero Literacy: Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi Pada Kalangan Remaja Di Desa Karassing Kabupaten Bulukumba. Jurnal Medika: Medika, 4(4), 1356-1362.
Rueskov, V., Korshøj, M., Lund, T., Hansen, C. D., Frausing, A. E., Larsen, C. S. L., ... & Mortensen, O. S. (2026). Health Literacy Among Socioeconomically Disadvantaged Adolescents: A Systematic Review Of Interventions In Schools. Adolescent Research Review, 11(1), 1-47.
Rusiana, H. P., Supinganto, A., Setyawati, I., Budiana, I., Purqoti, D. N. S., Zulfiana, Y., ... & Thoyibah, Z. (2021). Pendidikan Teman Sebaya: Solusi Problematika Pendidikan Dan Kesehatan. Penerbit Nem.
Utama, R. J., & Jauhari, T. (2024). Pemberdayaan Remaja Melalui Pelatihan Keterampilan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan. Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah, 7(2), 435–446.
Wang, M. L., & Togher, K. (2024). Health Misinformation On Social Media And Adolescent Health. Jama Pediatrics, 178(2), 109-110.
World Health Organization. (2021). Making Every School A Health-Promoting School: Global Standards And Indicators. World Health Organization. Https://Iris.Who.Int/Server/Api/Core/Bitstreams/936bedca-Bd90-4bfb-846f-C0e97d8a158a/Content
World Health Organization. Global Standards For Quality Health Care Services For Adolescents. World Health Organization, 2025.
Xu, H., Liang, X., Li, K., Zhang, Y., Wang, J., & Chen, L. (2025). Trend Analysis And Cross-National Inequity Analysis Of Immune-Mediated Inflammatory Diseases In Children And Adolescents Aged 10–24 Years From 1990 To 2021. World Allergy Organization Journal, 18(3), 101033.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i7.26649
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





