Program Edukasi dan Deteksi Dini Faktor Risiko Stunting Berbasis Gizi dan Sanitasi melalui Kolaborasi Strategis Antara Unjani Dengan Seskoad

Galih Jatnika, Yuswandi Yuswandi, Agus Riyanto, Inmas Andi Sermoati, Vicky Dzaky Cahaya Putra, Titta Hartyana Sutarna

Sari


ABSTRAK

 

Stunting saat ini masih menjadi permasalahan prioritas nasional yang angkanya di tahun 2025 sebesar 19,8% yang mana belum mencapai target nasional sebesar 14% di tahun 2029. Cicalengka merupakan urutan ke-6 jumlah stunting terbanyak di wilayah Kabupaten Bandung. Permasalahan utama dalam penurunan stunting sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman masyarakat bahwa kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh faktor asupan gizi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sanitasi dan juga adanya peran aktif kader yang terampil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman ibu balita dan keterampilan kader kesehatan melakukan deteksi dini faktor risiko stunting serta penyediaan jamban sehat bagi warga Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi faktor risiko stunting yang diberikan kepada sebanyak 16 ibu balita dan pemberian pelatihan keterampilan deteksi dini faktor risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi kepada sebanyak 12 orang kader kesehatan. Program edukasi dan pelatihan diberikan 3 sesi selama 45 menit untuk setiap sesi. Program peningkatan sanitasi dilakukan dengan memberikan bantuan fisik berupa bangunan fisik 3 bilik jamban sehat bagi warga.  Selanjutnya dilakukan skrining melalui penimbangan balita, pengukuran tinggi badan ibu balita dan pengisian lembar observasi 25 indikator faktor risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terlaksana melalui kolaborasi strategis antara Universitas Jenderal Achmad Yani dengan Perwira Siswa Dikreg LXVII SESKOAD TA 2026. Hasil kegiatan didapatkan sebanyak 12 ibu balita atau sebesar 75% termasuk kategori risiko ringan dan sebanyak 4 ibu balita atau sebesar 25% termasuk kategori risiko menengah. Kegiatan edukasi mampu meningkatkan skor keterampilan dari 43% (kurang kompeten) menjadi 78% (kompeten) dalam melakukan observasi faktor risiko stunting pada kader kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pemahaman ibu balita tentang faktor risiko stunting, peningkatan keterampilan kader kesehatan melakukan deteksi dini serta tersedianya bangunan jamban sehat untuk upaya menurunkan risiko stunting berbasis gizi dan sanitasi.

 

Kata Kunci: Edukasi, Gizi, Ibu Balita, Kader Kesehatan, Sanitasi, Stunting.

  

ABSTRACT

 

Stunting is currently still a national priority problem with a figure of 19.8% in 2025 which has not reached the national target of 14% in 2029. Cicalengka is the 6th highest rank of stunting in the Bandung Regency area. The main problem in reducing stunting is often triggered by a lack of public understanding that this condition is not only caused by nutritional intake factors, but is also greatly influenced by sanitation factors and the active role of skilled cadres. This community service activity is to improve the understanding of mothers of toddlers and the skills of health cadres in conducting early detection of stunting risk factors and providing healthy latrines for residents of Babakan Peuteuy Village, Cicalengka District, Bandung Regency. The activity method is implemented through an educational approach to stunting risk factors given to 16 mothers of toddlers and providing training on early detection skills for stunting risk factors based on nutrition and sanitation to 12 health cadres. The education and training program was given 3 sessions of 45 minutes for each session. The sanitation improvement program is carried out by providing physical assistance in the form of physical buildings of 3 healthy latrines for residents. Furthermore, screening was carried out through weighing toddlers, measuring the height of mothers of toddlers and filling out observation sheets of 25 indicators of stunting risk factors based on nutrition and sanitation. This community service activity was carried out through a strategic collaboration between Universitas Jenderal Achmad Yani and Perwira Siswa Dikreg LXVII SESKOAD TA 2026. The results of the activity obtained as many as 12 mothers of toddlers or 75% included in the mild risk category and as many as 4 mothers of toddlers or 25% included in the medium risk category. Educational activities were able to increase the skill score from 43% (less competent) to 78% (competent) in observing stunting risk factors in health cadres. It can be concluded this public service activity can improve the understanding of mothers of toddlers about stunting risk factors, improve the skills of health cadres in conducting early detection and the availability of healthy toilet buildings for efforts to reduce the risk of stunting based on nutrition and sanitation.

 

Keywords: Education, Nutrition, Mother of Toddlers, Health Cadres, Sanitation, Stunting.


Kata Kunci


Edukasi; Gizi; Ibu balita; kader kesehatan; Sanitasi; Stunting

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Aprilyaningsih, W., Murti, B., Novika, R. G. H., Sumardiyono, S., & Sulaeman, E. S. (2025). The Impact Of Sanitation On Increasing The Risk Of Stunting In Children Under Five: A Meta-Analysis. Indonesian Journal Of Global Health Research, 7(5), 121–130.

Ariyanti, R., Safurrohim, M. Z., & Rahayu, E. P. (2025). Pengaruh Water, Sanitation, And Hygiene (Wash) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Indonesia: A Systematic Review. Jurnal Keperawatan Malang (Jkm), 10(01), 18–30.

Ayu, M. S., Rahmadhani, M., Pangestuti, D., & Ibarra, F. (2024). Identifying Risk Factors For Stunting Among Under-Five Indonesian Children. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 8(2), 794–803.

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A Review Of Child Stunting Determinants In Indonesia. Maternal & Child Nutrition, (March), 1–10. Https://Doi.Org/10.1111/Mcn.12617

Haniifa, R. Z., Fatmah, F., & Purwana, R. (2026). Environmental Sanitation As The Key Determinant Of Stunting Incidence In Kertapati District. Journal Of Enviromental Health, 18(2), 123–133. Https://Doi.Org/10.20473/Jkl.V18i2.2026.123-133

Nizaruddin, N., & Ilham, M. I. (2025). The Effect Of Sanitation On Stunting Prevalence In Indonesia. Jurnal Populasi, 30(2), 34–51.

Permatasari, T. A. E., Chadirin, Y., Ernirita, E., Syafitri, A. N., & Fadhilah, D. A. (2025). The Accuracy Of A Novel Stunting Risk Detection Application Based On Nutrition And Sanitation Indicators In Children Aged Under Five Years. Bmc Nutrition.

Rachmawati, R., Iskandar, I., Al-Rahmad, A. H., Fajri, T. K., & Hidyat, T. (2024). Penguatan Metode Deteksi Dini Faktor Risiko Dalam Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Tim Pendamping Keluarga Di Desa Lokus Strengthening Early Detection Methods Of Risk Factors In The Family As An Effort To Prevent Stunting In The Family Assi. Jurnal Pade: Pengabmas Dan Edukasi, 2024(6), 121–126.

Rani, N., Listia, L., M, S. H., Tarigan, J., Afta, N., M, M. A. Z., & D, N. C. H. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Cuci Tangan Dan Gizi Seimbang Di Desa Rido Galih. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 4(3), 3784–3791.

Ridha, A., Maarif, M. Z., Noviati, T. D., & Renowening, Y. (2024). Review Of Factors Influencing The Impact Of Access To Sanitation Facilities On Stunting. Jurnal Eduhealth, 14(02), 701–706.

Saleh, A. (2025). Competence Of Mothers And Cadres In Early Detection Of Stunting In 3 Provinces In Indonesia. Xx(2), 310–316.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i8.26961

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.