Edukasi dan Skrining Dini Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di Lingkungan Paparan Sampah

Illa Arinta, Manggiasih Dwiayu Larasati, Indah Dwi Jati

Sari


ABSTRAK

 

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan sistem reproduksi yang ditandai dengan perubahan hormonal dan maturasi organ reproduksi. Gangguan keseimbangan hormon pada masa ini dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi adalah paparan bahan kimia dari lingkungan tercemar, termasuk lingkungan dengan paparan sampah. Berbagai senyawa seperti Bisphenol A, phthalates, dan dioksin yang termasuk kelompok Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) dapat mengganggu fungsi hormon reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi, siklus menstruasi normal, dampak paparan lingkungan sampah terhadap kesehatan reproduksi, serta melakukan skrining dini gangguan siklus menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada remaja putri di SMA wilayah Bekasi dengan jumlah peserta sebanyak 65 orang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta skrining menggunakan kuesioner siklus menstruasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 61,8 pada pre-test menjadi 87,4 pada post-test dengan peningkatan sebesar 25,6 poin. Hasil skrining menunjukkan terdapat beberapa peserta yang mengalami keluhan menstruasi seperti siklus menstruasi tidak teratur, nyeri menstruasi, dan lama menstruasi lebih dari tujuh hari. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan melakukan deteksi dini gangguan menstruasi.

 

Kata Kunci: Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Menstruasi, Skrining dini, Paparan Sampah.

 

 

ABSTRACT

 

Adolescence is an important period in reproductive system development characterized by hormonal changes and reproductive organ maturation. Hormonal imbalance during this period may cause menstrual cycle disorders. Environmental exposure, particularly exposure to chemical substances from waste-contaminated environments, may potentially affect reproductive health. Compounds such as Bisphenol A, phthalates, and dioxins classified as Endocrine Disrupting Chemicals (EDCs) have been reported to interfere with reproductive hormone regulation. This community service activity aimed to improve adolescent girls’ knowledge regarding reproductive health, normal menstrual cycles, the impact of environmental waste exposure on reproductive health, and early screening of menstrual disorders. The activity was conducted among 65 female students in Bekasi. The implementation methods included interactive health education, discussions, question-and-answer sessions, healthy lifestyle demonstrations, and menstrual cycle screening using questionnaires. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments. The results showed an increase in participants’ knowledge after education. The mean knowledge score increased from 61.8 before education to 87.4 after education, with an improvement of 25.6 points. Screening results identified several participants experiencing menstrual problems, including irregular menstrual cycles, dysmenorrhea, and prolonged menstruation. This activity successfully increased adolescents’ awareness regarding reproductive health and the importance of early detection of menstrual disorders..

 

Keywords: Adolescent Girls, Reproductive Health, Menstruation, Early Screening, Waste Exposure.


Kata Kunci


Remaja Putri, Kesehatan Reproduksi, Menstruasi, Skrining dini, Paparan Sampah.

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Daulay, D. K., & Putri, D. A. (2024). Paparan Bahan Kimia Di Tempat Kerja Dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Reproduksi. VitaMedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 2(4), 312-324.

Diamanti-Kandarakis, E., Bourguignon, J. P., Giudice, L. C., Hauser, R., Prins, G. S., Soto, A. M., Zoeller, R. T., & Gore, A. C. (2020). Endocrine-disrupting chemicals: An Endocrine Society scientific statement. Endocrine Reviews, 41(6), 1–60.

Gore, A. C., Chappell, V. A., Fenton, S. E., Flaws, J. A., Nadal, A., Prins, G. S., Toppari, J., & Zoeller, R. T. (2020). EDC-2: The Endocrine Society’s second scientific statement on endocrine-disrupting chemicals. Endocrine Reviews, 41(6), 1–82.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Jakarta: KLHK.

Landrigan, P. J., Fuller, R., Acosta, N. J. R., et al. (2018). The Lancet Commission on pollution and health. The Lancet, 391(10119), 462–512.

Menstruasi, F. (2025). Menstruasi dan Risiko Paparan Lingkungan Kerja: Implikasi terhadap Produktivitas Perempuan. Mendukung Kesehatan Reproduksi Perempuan di Tempat Kerja, 13.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Parinduri, F., Parinduri, S. H., & Nasution, A. J. (2024). Analisis zat kimia berbahaya dan kepunahan biota dalam fisika lingkungan. Gravity Journal, 3(2), 41-55.

Rattan, S., Zhou, C., Chiang, C., Mahalingam, S., Brehm, E., & Flaws, J. A. (2022). Exposure to endocrine disruptors during puberty and reproductive health outcomes. Environmental Research, 203, 111830.

Santi, D. R., & Pribadi, E. T. (2018). Kondisi gangguan menstruasi pada pasien yang berkunjung di Klinik Pratama UIN Sunan Ampel. Journal of Health Science and Prevention, 2(1), 14-21.

United Nations Environment Programme. (2021). From Pollution to Solution: A Global Assessment of Marine Litter and Plastic Pollution. Nairobi: UNEP.

Vrijheid, M., Casas, M., Gascon, M., Valvi, D., & Nieuwenhuijsen, M. (2020). Environmental pollutants and child health—A review of recent evidence. International Journal of Hygiene and Environmental Health, 227, 113520.

Wang, Y., Liu, C., Wang, Q., Zhang, Y., & Chen, X. (2023). Endocrine disrupting chemicals exposure and female reproductive health: A systematic review. Environmental Research, 216, 114495.

World Health Organization. (2018). Adolescent Health and Development: A Resource Guide. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2021). WHO Guideline on School Health Services. Geneva: WHO.

Wulandari, E., Keb, S., Komalasari, W., Hanifa, F., Karo, B. M. B., Keb, S. T., ... & Keb, S. T. (2025). Kesehatan Reproduksi Remaja: Mengerti, Mencegah, dan Merawat. PT Bukuloka Literasi Bangsa.

Yati, D. (2024). Peer power: Strategi efektif edukasi kesehatan reproduksi remaja. CV. Mitra Edukasi Negeri.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i9.27573

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.