Implementasi Pin Aromaterapi Peppermint terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi dengan Anestesi Tiva
Sari
ABSTRAK
Nyeri pasca operasi tetap menjadi masalah klinis utama yang sering dialami pasien setelah pembedahan, termasuk pada pasien yang menerima Total Intravenous Anesthesia (TIVA). Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu kenyamanan pasien, menghambat mobilisasi dini, memperpanjang proses pemulihan, serta meningkatkan risiko komplikasi pasca operasi. Meskipun analgesik farmakologis merupakan standar utama dalam manajemen nyeri, pendekatan nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan diperlukan sebagai terapi komplementer. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan pin aromaterapi peppermint sebagai intervensi untuk menurunkan nyeri pada pasien pasca pembedahan dengan anestesi TIVA. Metode yang digunakan meliputi edukasi singkat kepada pasien, pengukuran tingkat nyeri awal menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), pemasangan pin aromaterapi pada area tubuh yang nyaman, serta observasi selama ± 15 menit, kemudian dilakukan pengukuran ulang tingkat nyeri untuk mengevaluasi perubahan tingkat nyeri setelah implementasi intervensi. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit Wijayakusuma DKT dengan jumlah peserta 35 pasien. Hasil menunjukkan terjadinya penurunan intensitas nyeri setelah implementasi pin aromaterapi peppermint, yang ditandai dengan perubahan mayoritas peserta dari kategori nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Selain itu, terjadi kecenderungan perbaikan pada tekanan darah dan denyut nadi menuju kategori normal. Kesimpulan, implementasi pin aromaterapi dapat menjadi terapi komplementer nonfarmakologis yang praktis untuk membantu menurunkan nyeri serta meningkatkan kenyamanan pasien pasca operasi dengan anestesi TIVA.
Kata Kunci: Anestesi TIVA, Aromaterapi Peppermint, Nyeri Pasca Operasi, Terapi Nonfarmakologis.
ABSTRACT
Postoperative pain remains a major clinical problem frequently experienced by patients after surgery, including those receiving Total Intravenous Anesthesia (TIVA). Inadequately managed pain can compromise patient comfort, hinder early mobilization, prolong recovery, and increase the risk of postoperative complications. Although pharmacological analgesics remain the mainstay of pain management, safe, simple, and easily implemented nonpharmacological approaches are needed as complementary therapies. This community service activity aimed to implement peppermint aromatherapy pins as a complementary intervention to help reduce pain in postoperative patients receiving TIVA. The intervention included brief patient education, assessment of baseline pain intensity using the Numeric Rating Scale (NRS), placement of the aromatherapy pin on a comfortable area of the patient's clothing, and observation for approximately 15 minutes, followed by reassessment of pain intensity to evaluate changes after the intervention. The activity was conducted at Wijayakusuma DKT Hospital and involved 35 postoperative patients. The results showed a reduction in pain intensity following the implementation of peppermint aromatherapy pins, as indicated by a shift in the majority of participants from moderate to mild pain. In addition, there was a tendency for blood pressure and pulse rate to shift toward the normal range. In conclusion, peppermint aromatherapy pins may serve as a practical nonpharmacological complementary therapy to help reduce pain and improve comfort in postoperative patients receiving TIVA.
Keywords: Nonpharmacological Therapy, Peppermint Aromatherapy, Postoperative Pain, TIVA Anesthesia.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Absalom, A. R., & Mason, K. P. (2017). Total intravenous anesthesia and target controlled infusions: a comprehensive global anthology. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-47609-4
Ahmad, A. R., Amalia, A., Dahlia, Abidin, Z., Razak, R., & Malik, A. (2024). Pengembangan obat bahan alami (essential oil). Nas Meida Pustaka.
Bekele, E. A., Tulu, T. B., Bulto, Y. A., Azibte, G. T., & Birhanu, W. (2024). Prevalence and associated factors of acute postoperative pain in adult surgical patients: a prospective study. Surgery in Practice and Science, 19. https://doi.org/10.1016/j.sipas.2024.100262
Betan, M. O., Hamu, A. H., Nugroho, F. C., Making, M. A., Roku, R. V. R., & Mauday, B. U. M. (2026). Penatalaksanaan nyeri ppasca sectio caesarea pada ibu postpartum melalui asuhan keperawatan: studi kasus. JIRK: Journal of Innovation Research and Knowledge, 6(1), 527–540. https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/download/12841/10229
Black, J. M., & Hawsk, J. H. (2022). Keperawatan media bedah: Dasar-dasar keperawatan medikal bedah. Elsevier Health Sciences.
Faradisi, F. (2024). Mengatasi rasa sakit dengan suara: keajaiban murottal al-quran dalam penurunan nyeri dan kecemasan. Penerbit NEM.
Handaya, A. Y. (2023). Kegawatan bedah perut dan saluran cerna yang disebabkan trauma. Gadjah Mada University Press.
Hartati, Y., Novitasari, D., Suryani, R. L., & Suryono, A. (2023). Edukasi dan implementasi aromaterapi lemon (cytrus) untuk penurunan skala nyeri pada pasien post sectio caesarea di rsud dr. Soedirman kebumen. Jurnal Peduli Masyarakat, 5(3), 587–598.
Hussen, I., Worku, M., Geleta, D., Mahamed, A. A., Abebe, M., Molla, W., Wudneh, A., Temesgen, T., Figa, Z., & Tadesse, M. (2022). Post-operative pain and associated factors after cesarean section at Hawassa University Comprehensive Specialized Hospital, Hawassa, Ethiopia: A cross-sectional study. Annals of Medicine & Surgery, 81. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2022.104321
Jane Buckle, PhD, R. (2015). Clinical Aromatherapy, Edition 3 Essential Oils in Healthcare. https://doi.org/Buckle, J. (2015). Clinical Aromatherapy: Essential Oils in Healthcare (3rd ed.). Elsevier.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/481/2019 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Nyeri, (2019).
Mardliyana, N. E., & Rullyansyah, S. (2022). Farmokologi kebinanan. Rena Cipta Mandiri.
Matodang, E. R. S., Munir, C., & Parinduri, J. D. (2024). Hubungan suhu ruangan pemulihan dengan nadi dan tekanan darah pasien post operasi. Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences), 13(2), 241–247. https://doi.org/10.35328/keperawatan.v13i2.2787
Nuraini, T., & Mukti, E. N. (1999). Perawatan nyeri pada pasien pasca operasi herniotomi: studi kasus. Indonesian Journal of Nursing, 2(8), 296–303. https://doi.org/10.7454/jki.v2i8.98
Nurhanifah, D., & Sari, R. T. (2022). Manajemen nyeri non farmakologi. UrbanGreen Central Media.
Oktaviani, A. T., Kusumajaya, H., & Agustiani, S. (2023). Faktor-faktor yang memperngaruhi penyembuhan luka post operasi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(4), 1703–1712. https://doi.org/10.37287/jppp.v5i4.1925
Pamularsih, W. S., Ernasari, Suharto, S. H., & Tjahningrum, S. (2025). Efektifitas pemberian aromaterapi peppermint terhadap gejala pada pasien infeksi saluran pernapasan akut Di IGD RSUP Tadjuddin Chalid. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 31(2), 450–460. https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.2382
Sawu, S. D., Irawan, F. E. O., & Wibowo. (2025). Topical Analgesic Activity of 70% Ethanol Extract Gel of Mint Leaves (Mentha piperita) on White Mice (Mus musculus) with Hot Plate Method. Jurnal Ilmiah Medicamento, 11(1), 48–57. https://doi.org/10.36733/medicamento.v11i1.9900
Sofyan, M., Hartinah, D., & Indanah. (2026). Hubungan lama pembedahan dengan tingkat nyeri pascaoperasi hernia pada anak usia sekolah. Jurnal Keperawatan Sisthana, 11(1), 39–47. https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2218
Srijaya, M. P., & Maliya, A. (2025). Pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan skala nyeri pasien post operasi: studi kasus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(4), 99–104. https://doi.org/10.37287/jppp.v7i4.7
Sundara, A. K., Larasati, B., Meli, D. S., Wibowo, D. M., Utami, F. N., Maulina, S., Latifah, Y., & Gunarti, N. S. (2022). Review article: aromaterapi sebagai terapi stres dan gangguan kecemasan. Jurnal Buana Farma, 2(2), 78–84. https://doi.org/10.36805/jbf.v2i2.396
Suwondi, B. S., Meliala, L., & Sudadi. (2017). Buku ajar nyeri. Indonesia Pain Society.
Tama, W. N., Edyanto, A. S., & Yudiyanta. (2020). Nyeri pada individu lanjut usia : perubahan fisiologis serta pilihan analgesik yang rasional. Berkala Neurosains, 19(2), 53–59. https://doi.org/10.22146/bns.v19i2.69194
Thurston, K. L., Zhang, S. J., Wilbanks, B. A., Billings, R., & Aroke, E. N. (2023). A systematic review of race, sex, and socioeconomic status differences in postoperative pain and pain management. J Perianesth Nurs, 38(3), 504–515. https://doi.org/10.1016/j.jopan.2022.09.004
Wahdah, I. Z., Sutrisno, R. Y., & Suprapti, Y. (2025). Gambaran hemodinamik pada pasien pasca operasi di ruang pemulihan. Jurnal Kesehatan Tambsuai, 6(2), 8975–8986. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.45550
Yosali, M. A., & Siswanti, R. (2019). Terapi peppermint terhadap ibu hamil. Akademi Kebidanan Wijaya Husada Bogor.
Zhang, C., Collins, L., & Manders, E. K. (2025). The Organization of Vital Signs for Pattern Recognition. Medical Science Educator, 35(1), 487–495. https://doi.org/10.1007/s40670-024-02207-5
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i10.27585
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





