Pengabdian Masyarakat dan Edukasi Kesehatan Mengenai Penyakit Hepatitis Pada Agregat Penderita Penyakit Menular di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung
Sari
ABSTRAK
Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati sistemik yang menjadi masalah kesehatan masyarakat global, termasuk bagi agregat penderita penyakit menular di Provinsi Lampung. Kurangnya literasi kesehatan memicu keterlambatan diagnosis dan peningkatan komplikasi fatal. Pengkajian awal menunjukkan mayoritas pasien belum memahami esensi penyakit ini yang memperlambat penyembuhan dan memicu penularan. Tujuan pengabdian masyarakat dan edukasi kesehatan ini yaitu untuk menstimulasi peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya penderita penyakit menular dan keluarganya, terhadap pentingnya pola hidup sehat, pencegahan hepatitis, serta meningkatkan pengetahuan secara komprehensif. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan kombinasi berupa ceramah interaktif, demonstrasi fisik, dan sesi tanya jawab. Sasaran kegiatan adalah pasien hepatitis dan keluarga di Ruang Endoscopy RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil intervensi edukasi menunjukkan efektivitas yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman peserta. Persentase tingkat pengetahuan baik melonjak tajam dari sebelum dan setelah intervensi dilaksanakan. Evaluasi pencapaian materi dan praktik 6 langkah cuci tangan menyentuh tingkat keberhasilan 95%. Kesimpulannya, edukasi ini sangat efektif dalam memutus mata rantai penularan di lingkungan rumah sakit dan masyarakat.
Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Hepatitis, Pengabdian Masyarakat, Penyakit Menular, Promosi Kesehatan.
ABSTRACT
Hepatitis is a systemic liver inflammatory disease representing a major public health challenge globally, including among infectious disease patient aggregates in Lampung Province. Inadequate health literacy triggers delayed diagnosis and escalates fatal complications. Initial assessments indicate the majority of patients lack essential understanding of this disease, which delays recovery and triggers transmission. Purpose community service and health education is to stimulate increased public awareness, especially among infectious disease patients and their families, regarding the importance of a healthy lifestyle, hepatitis prevention, and to comprehensively improve their knowledge. Method this community service activity uses a combination method in the form of interactive lectures, physical demonstrations, and question and answer sessions. The target of the activity is hepatitis patients and their families in the Endoscopy Room of RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung Province. Result the educational intervention demonstrated significant effectiveness in enhancing participants’ understanding. The percentage of good knowledge levels increased dramatically from before and post-intervention. Evaluation of material comprehension and the 6-step handwashing practice reached a 95% success rate. The abstract should end with a comment on the significance of the results or a brief conclusion: this education is highly effective in breaking the chain of transmission within the hospital and community environments.
Keywords: Community Service, Health Education, Hepatitis, Infectious Disease, Health Promotion.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Amalia, M. (2023). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Sirosis Hepatis. Jurnal Poltekkes Padang, 1(1), 1–8.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2025). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2024.
Hapsari, R. B., Marpaung, L., Lestari, N., & Suhailin, D. (2023). Petunjuk Teknis Manajemen Program Hepatitis B dan C. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kementerian Kesehatan RI.
Hartono, B. (2018). Promosi Kesehatan Di Puskesmas dan Rumah Sakit. Rineka Cipta.
Hulu, V. T. (2020). Epidemiologi Penyakit Menular: Riwayat, Penularan dan Pencegahan. Yayasan Kita Menulis.
Kemenkes RI. (2025). Profil Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2024. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Buku Saku Hepatitis. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.
Mulyani, S. R., Aditya, Mustofa, F. L., & Zulfian. (2021). Prevalensi HBsAg Positif Antara Donor Darah Sukarela Dengan Donor Darah Pengganti Di UTD PMI Provinsi Lampung Tahun 2019-2020. MAHESA, 1(4), 383–393.
Notoatmodjo, S. (2020). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.
Setyoboedi, et. al. (2022). Hepatitis B pada Anak: Ilmu Dasar Hingga Aplikasi Klinis. Airlangga University Press.
Sudayasa, I. P., Rahman, R., & Hartati, H. (2023). Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Jakarta: Deepublish.
Sulaeman, E. S. (2021). Promosi kesehatan: Teori dan aplikasi di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Susilowati, D. (2020). Promosi Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI (Pusdik SDM Kesehatan).
Swarjana, I. K. (2022). Promosi kesehatan: Konsep, teori, dan aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. (SLKI) Edisi 1 Cetakan 2. Jakarta: DPP PPNI.
Tumurang, M. N. (2018). Promosi Kesehatan. Info Media Pustaka.
Widyawati. (2020). Buku Ajar Promosi Kesehatan Untuk Mahasiswa Keperawatan. Stikes Binalita Sudama.
World Health Organization. (2024). Global hepatitis report 2024: Action for Access In Low- And Middle-Income Countries. Geneva: World Health Organization.
Yusriani, & Alwi, M. . (2020). Buku Ajar Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES).
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i10.28105
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





