Pemberdayaan Keluarga Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Pada Balita Melalui Media Kartu Flashcard
Sari
Kesehatan balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas layanan kesehatan dasar dan derajat kesejahteraan masyarakat. Balita memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai penyakit infeksi maupun noninfeksi karena sistem kekebalan tubuh belum matang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagian besar kematian balita dapat dicegah melalui deteksi dini tanda bahaya dan pengambilan keputusan medis yang cepat dan tepat di tingkat keluarga. Selama ini edukasi kesehatan di posyandu umumnya dilakukan melalui ceramah dan pembagian leaflet. Metode tersebut kurang efektif bagi masyarakat dengan literasi kesehatan rendah karena mengandalkan teks dan komunikasi satu arah. Media edukasi berbasis flashcard merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Flashcard menggabungkan gambar dan pesan singkat sehingga memudahkan masyarakat memahami konsep kesehatan secara cepat dan sederhana. Kegiatan pemberdayaan keluarga ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dalam mengenali dan merespons tanda bahaya balita melalui edukasi berbasis media kartu flashcard. Kegiatan ini dilakukan melalui ceramah, diskusi kelompok, demonstrasi, dan simulasi. Demonstrasi dilakukan dengan memperlihatkan flashcard satu per satu dan menjelaskan makna setiap ilustrasi. Kegitan ini dilakukan pada 30 orang tua balita dan 20 kader kesehatan di Desa Cibiru Wetan pada tanggal 30 November 2025. Evaluasi dilakukan melalui pre test dan post test. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan keluarga dan kader mengenai tanda bahaya balita, yang tercermin dari peningkatan skor rata-rata pre-test dan post-test. Media flashcard terbukti efektif sebagai sarana edukasi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa
Kata Kunci: pemberdayaan keluarga, media flashcard
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Aziza, R., Desreza, N., & Mardalena, E. (2023). Perbandingan media leaflet dengan media flashcard terhadap pengetahuan dan sikap anak usia sekolah tentang pemilihan jajanan sehat di SD Negeri Bueng Cala Aceh Besar. Future Academia, 3(2).
Assefa, Y., et al. (2021). Association between a complex community intervention and quality of health extension workers’ performance to correctly classify common childhood illnesses in four regions of Ethiopia. PLoS ONE, 16(3), e0247474.
Fitriani, N., Wahyuni, S., & Rahmawati, D. (2022). Hubungan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya balita dengan upaya pencarian pertolongan di puskesmas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 145–152.
Florez-Arango, J. F., Iyengar, M. S., Dunn, K., & Zhang, J. (2011). Performance factors of mobile rich-media job aids for community health workers. Journal of the American Medical Informatics Association, 18(2), 131–137.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Kemenkes RI.
Listriyati, L., Arya, I. F. D, & Suardi, D. (2025). Flash card sebagai media pendidikan kesehatan pada remaja: Kajian scoping review. Jurnal Obsesi, 9(5), 1385–1394.
Marasciulo-Rice, M., & Martin, S. (2014). It’s all in the detail: Developing effective health-related job aids. Malaria Consortium.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Nuka, N., et al. (2023). Pengaruh edukasi gizi dengan media flashcard terhadap peningkatan pengetahuan dan frekuensi sarapan anak sekolah. Media Gizi Indonesia, 18(3), 167–176.
Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies. Health Promotion International, 15(3), 259–267.
Paivio, A. (1991). Mental representations: A dual coding approach. Oxford University Press.
Poltekkes Bengkulu. (2022). Efektivitas media flashcard terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi anak usia prasekolah. Jurnal Promkes, 10(2), 80–87.
Putri, E., Milenia, E., & Herdhianta, D. (2022). Pengaruh pemberian media flashcard terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi gizi seimbang pada siswa sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 3(1), 19–26.
Rahajeng, S. K., Supriatiningrum, D. N., & Rahma, A. (2024). Efektivitas penggunaan media flashcard terhadap pengetahuan dan konsumsi buah dan sayur pada anak usia prasekolah. Ghidza Media Jurnal, 5(2).
Sari, M., Aulia, F., & Oktarina, D. (2023). Hubungan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya pada balita dengan upaya pencarian pertolongan di Puskesmas Simpang Empat. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(1), 12–20.
Schiavo, R. (2014). Health communication: From theory to practice. Jossey-Bass.
World Health Organization. (2014). Integrated management of childhood illness: Chart booklet. WHO.
World Health Organization. (2022). Child growth failure. WHO.
World Health Organization. (2022). Community empowerment in health promotion. WHO.
World Health Organization & UNICEF. (2021). Integrated community case management (iCCM): An equity-focused strategy to improve access to essential treatment services for children. WHO/UNICEF.
DOI: https://doi.org/10.33024/jpmpkm.v8i1.25788
DOI (PDF): https://doi.org/10.33024/jpmpkm.v8i1.25788.g15092
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Keapada Masyarakat Stat
JURNAL PERAK MALAHAYATI : Pengabdian Keapada Masyarakat
indexed by:
Universitas Malahayati
Mail : Jl. Pramuka No. 27, Kemiling, Kota Bandar Lampung
Telp : 085279526789
email: jurnalperak@malahayati.ac.id

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License






