HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA PEMAIN GAME ONLINE FREE FIRE

Mutia Mawardah* -  Universitas Bina Darma, Indonesia
Agung Sudewa -  Universitas Bina Darma, Indonesia

Supp. File(s): common.other
Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Interaksi Sosial pada Remaja Pemain Game Online Free Fire. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara Regulasi Emosi dengan Interaksi Sosial pada Remaja Pemain Game Online Free Fire. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 110 orang remaja. Adapun untuk teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling dan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala Regulasi Emosi dan skala Interaksi Sosial. Untuk teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 20.Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Regulasi Emosi dengan Interaksi Sosial pada Remaja Pemain Game Online Free Fire. Sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu sebesar 45,4%.

 

Kata kunci: Game Online Free Fire, Regulasi Emosi, Interaksi Sosial

  

Abstract

This study aims to determine the relationship between Emotion Regulation and Social Interaction in Adolescent Free Fire Online Game Players. The hypothesis put forward in this study is that there is a relationship between emotional regulation and social interaction in adolescents playing the Free Fire online game.The total sampling in this study was 110 adolescents. As for the sampling technique, purposive sampling and the measurement tools used in this study were the Emotion Regulation scale and the Social Interaction scale. For the analysis technique in this study using a simple regression analysis technique with the help of SPSS version 20.The results of research data show that there is a very significant relationship between Emotion Regulation and Social Interaction in Adolescent Free Fire Online Game. The contribution of the independent variable to the dependent variable is 45.4%.

 

Keywords: Free Fire Online Game, Emotion Regulation, Social Interaction

 

Supplement Files

Keywords : Game Online Free Fire, Regulasi Emosi, Interaksi Sosial

  1. Adams, E. (2014). Fundamentals of Game Design, Third Edition (K. Johnson, R. G. Thomas, & R. Rider (eds.)). Pearson Education, Inc. https://ptgmedia.pearsoncmg.com/images/9780321929679/samplepages/0321929675.pdf
  2. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik-Revisi Ke X.
  3. Astuti, D., Wasidi, & Sinthia, R. (2019). ISSN 2599-1221 (Cetak) ISSN 2620-5343 (Online) https://ejournal.unib.ac.id/index.php/j_consilia. Jurnal Consilia, 2(1), 66–74. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/j_consilia
  4. Azwar, K. (2012). 117 DAFTAR PUSTAKA Azwar, S. (2012).8, 117–122.
  5. Endaryani, V. S., Yuniardi, M. S., & Syakarofath, N. A. (2020). Pelatihan Antecedent-Focused & Response-Focused Untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Pada Remaja Panti Asuhan. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 6(1), 18. https://doi.org/10.22146/gamajpp.55232
  6. Farichah, I. N., Suroso, B. A. H. D. H., & Universitas. (2019). KONSELING KELOMPOK RASIONAL EMOTIF PERILAKU DALAM MEMBANTU MENGATASI REGULASI EMOSI SISWA SMP , EFEKTIFKAH ? Ifta Nur Farichah Bakhrudin All Habsy Dimas Heri Suroso Abstrak. JP (Jurnal Pendidikan), 4(1), 25–32.
  7. Goleman Daniel. (2015). Emotional Intelligence Kecerdasan Emosional Mengapa EI Lebih Penting Daripada IQ. PT Gramedia Jakarta. http://perpustakaan.stieimalang.ac.id//index.php?p=show_detail&id=11218.
  8. Gross, J. J. (2014). Conceptual and Empirical Foundations. Hanbook of Regulation Emotion Second Edition, 3–20.
  9. Hernawan, D. (2010). Pengaruh Interaksi Sosial Terhadap Prestasi Belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Damar Wulan 1 Kepung yang berjumlah 39 siswa. http://digilid.ac.id
  10. Homans, G. C. (2013). Social Behavior as Exchange. American Journal of Sociology, 63(6), 597–606. https://doi.org/10.1086/222355.
  11. Hussain, Z., Griffiths, M. D., & Baguley, T. (2012). Online gaming addiction: Classification, prediction and associated risk factors. Addiction Research and Theory, 20(5), 359–371. https://doi.org/10.3109/16066359.2011.640442.
  12. Jalaluddin Rakhmat, 1949-Tjun Sujarman. (2012). Psikologi komunikasi / penulis, Jalaluddin Rakhmat ; editor, Tjun Surjaman (Cet.24). Bandung : Remaja Rosdakarya, 2007. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=681738.
  13. Janah, M. R. (2015). Regulasi Emosi dalam Menyelesaikan Permasalahan pada Remaja. Talenta Psikologi, IV(1), 6–15.
  14. Király, O., Nagygyörgy, K., Griffiths, M. D., & Demetrovics, Z. (2014). Problematic Online Gaming. In Behavioral Addictions: Criteria, Evidence, and Treatment. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-407724-9.00004-5.
  15. Lerner, R. M., Everton, W. F., & Molenaar, P. C. M. (2015). Handbook of child psychology and developmental science: Theory and method (Handbook). https://psycnet.apa.org/record/2015-15498-000.
  16. Loomis, C. P. (2012). Ciri-ciri dan Syarat Interaksi Sosial.
  17. Marchica, L. A., Keough, M. T., Montreuil, T. C., & Derevensky, J. L. (2020). Emotion regulation interacts with gambling motives to predict problem gambling among emerging adults. Addictive Behaviors, 106(September 2019), 106378. https://doi.org/10.1016/j.addbeh.2020.106378
  18. Monks, F. J. Knoers, A. M. P., S. R. H. (2014). Psikologi Perkembangan edisi revisi III : pengantar dalam berbagai bagiannya / F.J.Monks,A.M.P. Knoers, Siti Rahayu Haditono (Cet.17). https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detail-opac?id=15048.
  19. Mulyana, O. P., Izzati, U. A., Budiani, M. S., Dewi, N. W. S. P., Fatanzilu, I. F., & Anggraeni, D. W. (2020). Perbedaan Regulasi Emosi Ditinjau Dari Jenis Kelamin Mahasiswa Pada Pandemi Covid-19. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi, 2(November), 238–250.
  20. Nashukah, F., & Darmawanti, I. (2013). Perbedaan Kematangan Emosi Remaja Ditinjau Dari Struktur Keluarga. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 3(2), 93. https://doi.org/10.26740/jptt.v3n2.p93-102.
  21. Novrialdy, E., Nirwana, H., & Ahmad, R. (2019). High School Students Understanding of the Risks of Online Game Addiction. Journal of Educational and Learning Studies, 2(2), 113. https://doi.org/10.32698/0772.
  22. Rothenberg, A., Basili, E., Thartori, E., Favini, A., Pastorelli, C., Eisenberg, N., Amico, F. D., Rosa, M., & Cirimele, F. (2020). HHS Public Access. 48(11), 2207–2221. https://doi.org/10.1007/s10964-019-01071-6.Daily.
  23. Saputro, K. Z. (2018). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v17i1.1362.
  24. Soekanto, S., & Budi Sulistyowati. (2013). Sosiologi suatu pengantar / Prof. Dr. Soerjono Soekanto ; Dra. Budi Sulistyowati, M.A (Ed. Revisi). Rajawali Pers ; Raja Grafindo Persada, 2013 ; 2017. https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detail-opac?id=10950.
  25. Soleman, M. (2012). Dampak negatif dari game online. Dampak Negatif Dari Game Online. http://smahangtua2.org/magazine/kesehatan/61-dampak-negatif-dari-game-online.html
  26. Sugiyono, P. D. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D (Cetakan Ke 26). Bandung: CV Alfabeta, 1–334.
  27. Tridhonanto, A. (2014). Optimalkan potensi anak dengan game / Al. Tridhonanto & Beranda Agency. Elex Media Komputindo, 2011. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=215560.

Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Psikologi Malahayati
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.