GAMBARAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA KOMUNITAS BIARAWATI OSF DI SEMARANG

Fransiska Tyas Meirani* -  Universitas Semarang, Indonesia
Mulya Virgonita I Winta -  Universitas Semarang, Indonesia
MM Shinta Pratiwi -  Universitas Semarang, Indonesia

Supp. File(s): Research Instrument

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi kesejahteraan psikologis pada komunitas Biarawati Ordo Santa Fransiska (OSF) di Semarang dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Sebanyak tujuh biarawati dipilih secara purposif dan diwawancarai mendalam menggunakan panduan berdasarkan enam dimensi kesejahteraan psikologis. Analisis data dilakukan dengan metode tematik menurut Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para biarawati memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi, terutama pada dimensi tujuan hidup dan hubungan positif dengan orang lain. Komunitas religius menjadi sumber utama dukungan emosional, spiritual, dan sosial, yang memperkuat penerimaan diri serta pertumbuhan pribadi. Namun, dimensi otonomi cenderung rendah karena kehidupan komunitas diatur secara hierarkis dan menuntut kepatuhan terhadap kaul ketaatan. Secara keseluruhan, kesejahteraan psikologis para biarawati terbentuk dari integrasi antara spiritualitas, relasi sosial, dan refleksi diri yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembinaan psikospiritual dalam mendukung kesejahteraan komunitas religius di Indonesia.

 

Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis, Biarawati, Komunitas Religius

 

 

Abstract

This study aims to describe the psychological well-being of the Sisters of St. Francis (OSF) community in Semarang using a phenomenological qualitative approach. Seven purposively selected nuns participated in in-depth interviews guided by Ryff’s (1989) six dimensions of psychological well-being. Data were analyzed thematically following Braun and Clarke’s procedure. The findings reveal that the nuns generally show high levels of psychological well-being, particularly in purpose in life and positive relations with others. The religious community provides strong emotional, spiritual, and social support that enhances self-acceptance and personal growth. However, autonomy appears lower due to the hierarchical structure and obedience vows governing daily life. Overall, the nuns’ psychological well-being arises from the integration of spirituality, communal relationships, and continuous self-reflection. This study highlights the importance of psychospritual formation in fostering well-being among religious communities in Indonesia.

 

Keywords: Psychological Well-Being, Nuns, Religious Community

Supplement Files

Keywords : Kesejahteraan Psikologis, Biarawati, Komunitas Religius

  1. Alavi, H. 2007. “Correlatives of Happiness in the University Students of Iran (a Religious Approach).” Journal of Religion and Health 46(4):480–99. doi: 10.1007/s10943-007-9115-4.
  2. Alkatiri, H., and R. .. Aprianty. 2024. “Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Pada Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal.” Pubmedia Jurnal Psikologi 1(2). doi: https://doi.org/10.47134/pjp.v1i2.2269.
  3. Ananta, J. P. 2023. “Hubungan Social Orang Tua Pada Dewasa Awal.” Bintang : Jurnal Pendidikan Dan Sains 5(3):61–66. doi: http://dx.doi.org/10.24114/konseling.v18i1.27826.
  4. Anugrah, E. .., R. Rahmat, A. Arlita, and A. Sofyan. 2019. “Gambaran Kesuksesan Dan Kebahagiaan.” Research Gate.
  5. Arfamansa, A. P. 2022. “Pengaruh Gratitude Terhadap Resiliensi Pada Dewasa Awal Di Kota Makassar.”
  6. Ariyanto, Komang. 2023. “Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Anak.” Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin 3(1):15–23. doi: 10.37329/metta.v3i1.2380.
  7. Azwar, S. 2019. Reliabilitas Dan Validitas. Pustaka Pelajar.
  8. Batara, G. A., and S. A. Kristianingsih. 2020. “Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kesepian Pada Narapidana Dewasa Awal Lajang.” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20(1):187. doi: 10.33087/jiubj.v20i1.797.
  9. Chen, J. J. L. 2005. “Relation of Academic Support from Parents, Teachers, and Peers to Hong Kong Adolescents’ Academic Achievement: The Mediating Role of Academic Engagement.” Genetic, Social, and General Psychology Monographs 131(2):77–127. doi: 10.3200/MONO.131.2.77-127.
  10. Damayanti, D. P. 2023. “Model Dukungan Orang Terhadap Pendidikan Santri Di Pondok Pesantren.” Qalam 12(2). doi: https://doi.org/10.33506/jq.v12i2.2771.
  11. Dewi, K. S., and A. Soekandar. 2019. “Kesejahteraan Anak Dan Remaja Pada Keluarga Bercerai Di Indonesia: Reviu Naratif.” Wacana Jurnal Psikologi 11(1).
  12. Fajri, R. I., Muhaemin, J. Robawi, N. Hasna, Mardiyah, Maniah, Kherullaeliyah, M. Maesaroh, M. Nisa, S. Masitoh, M. A. Maulana, and C. Dewi. 2020. “Pentingnya Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah Di Era Revolusi 4.0 Di Desa Rajagaluh Lor.” ::Jurnal Pengabdian Masyarakat 2(2).
  13. Hills, P., and M. Argyle. 2002. “The Oxford Happiness Questionnaire: A Compact Scale for the Measurement of Psychological Well-Being.” Personality and Individual Differences 33(7):1073–82. doi: 10.1016/S0191-8869(01)00213-6.
  14. Hurlock, E. B. 2007. Perkembangan Anak. Erlangga.
  15. Khalif, A., and A. Abdurrohim. 2020. “Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Kebahagiaan Pada Narapidana Di Lapas Perempuan Kelas II A Semarang.” Psisula: Prosiding Berkala Psikologi 1(September):240–53. doi: 10.30659/psisula.v1i0.7717.
  16. Khamida, N. 2018. “Peran Keluarga Dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan (Studi Kasus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tulungagung).” IAIN Kediri.
  17. Kinan. 2024. “Studi Ungkap Urutan Kelahiran Anak Berpengaruh Pada Kesehatan Mentalnya.” HaiBunda. Retrieved (https://www.haibunda.com/parenting/20241111210230-62-352798/studi-ungkap-urutan-kelahiran-anak-berpengaruh-pada-kesehatan-mentalnya).
  18. Lench, H. C., T. P. Tibbett, and S. W. Bench. 2016. “Exploring the Toolkit of Emotion: What Do Sadness and Anger Do for Us?” Social and Personality Psychology Compass 10(1):11–25. doi: 10.1111/spc3.12229.
  19. Lyubomirsky, S. 2007. The How of Happiness: A Scientific Approach to Getting the Life You Want. Penguin Press.
  20. Nadhiroh, Y. F. 2015. “Pengendalian Emosi (Kajian Religio-Psikologis Tentang Psikologi Manusia).” Jurnal Saintifika Islamic 2(1).
  21. Nilamsari, I. R., N. Sukamti, and N. Fajariyah. 2024. “Hubungan Dukungan Orang Tua Terhadap Harga Diri Remaja Di SMK Raflesia Depok.” Manuju: Malahayati Nursing Journal 6(8):3433–47. doi: https://doi.org/10.33024/mnj.v6i8.14136.
  22. Philip, S., and B. Thomas. 2014. “Relationship between Parental Support and Personality: A Compartive Study among Children with Siblings and Only Children.” … Journal of Multidisciplinary Research 4(9):80–93.
  23. Pratama, A. P., and E. Rahayu. 2014. “Kesepian Anak Tunggal Pada Dewasa Muda.” Psikodimensia 13(1):1. doi: https://doi.org/10.24167/psiko.v13i1.273.
  24. Putra, G. B. B., and I. K. Sudibia. 2018. “Faktor-Faktor Penentu Kebahagiaan Sesuai Dengan Kearifan Lokal Di Bali.” E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana 8(1):79. doi: 10.24843/eeb.2019.v08.i01.p05.
  25. Safira, A. F., and F. Nofriza. 2024. “Analisis Konsep Diri Pada Anak Tunggal Di Kecamatan Ciracas.” Journal on Education 06(03):16976–84. doi: https://doi.org/10.31004/joe.v6i3.5614.
  26. Salsabila, S. A. 2023. “Fenomena Kesepian Pada Anak Tunggal Dewasa Awal.” Unika Soegijapranata.
  27. Sarason, I. G., H. M. Levine, R. B. Basham, and B. R. Sarason. 1983. “Assessing Social Support: The Social Support Questionnaire.” Journal of Personality and Social Psychology 44(1):127–39. doi: https://doi.org/10.1037//0022-3514.44.1.127.
  28. Seligman, M. 2013. Beyond Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan Sempurna Dengan Psikologi Positif. 1st ed. Kalfa.
  29. Sudirman, A. R. 2018. “Pengaruh Spiritualitas Islam Dan Lokus Kendali Terhadap Kebahagiaan Pada Wanita Bercadar Di Jabodetabek.” UIN Hidayatullah Jakarta.
  30. Sugiarto, J. A., and C. H. Soetjiningsih. 2021. “Dukungan Sosial Orang Tua Dan Psychological Well Being Pasca Putus Cinta Pada Dewasa Awal.” Psikologi Konseling 18(1):833. doi: 10.24114/konseling.v18i1.27826.
  31. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta.
  32. Supriani, Y., and O. Arifudin. 2023. “Partisipasi Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini.” Jurnal Plamboyan Edu (JPE) 1(1).
  33. Whyatt, B. 2017. “Exploring Psychological Wellbeing in Only Children.” Manchester Metropolitan University.
  34. Widiastuti, C. 2016. “Perbedaan Tingkat Kebahagiaan Anak Tunggal Yang Diasuh Oleh Orang Tua Tunggal Ditinjau Dari Jenis Kelamin.” Universitas Kristen Satya Wacana.

Open Access Copyright (c) 2026 Jurnal Psikologi Malahayati
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.